oleh

Puan Hormati Pihak yang Ajukan Uji Materi UU Ciptaker ke MK

JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan, akan menghormati kelompok masyarakat jika ingin mengajukan uji materi (judicial review) Undang-undang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun, Puan menegaskan bahwa UU Omnibus Law Cipta Kerja, yang telah disahkan DPR 5 Oktober 2020 itu mengutamakan kepentingan nasional.

“Apabila undang-undang ini masih dirasakan sebagian masyarakat belum sempurna, maka sebagai negara hukum terbuka ruang untuk dapat menyempurnakan undang-undang tersebut melalui mekanisme yang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Puan, Senin (12/10/2020).

Perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu memastikan DPR sudah memperjuangkan aspirasi masyarakat dalam pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja bersama pemerintah.

Puan mengatakan pembahasan lima RUU yang telah diselesaikan DPR RI di dalam masa persidangan I tahun sidang 2020-2021, semuanya dilakukan secara terbuka dan transparan.

“RUU Cipta Kerja telah dapat diselesaikan oleh pemerintah dan DPR melalui pembahasan yang intensif dan dilakukan secara terbuka, cermat, dan mengutamakan kepentingan nasional, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang,” ujar dia.

Melalui UU Cipta Kerja, terang legislator yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini, ekosistem berusaha di Indonesia diharapkan dapat terbangun lebih baik dan kemajuan Indonesia dapat terwujud lebih cepat.

“Melalui fungsi pengawasan, DPR akan terus mengevaluasi saat UU tersebut dilaksanakan dan akan memastikan bahwa Undang-Undang tersebut dilaksanakan untuk kepentingan nasional dan kepentingan rakyat Indonesia,” pungkasnya. (goek)

rekening gotong royong