Proyek Jembatan THP Kenjeran Tanpa Didukung Dokumen Gambar Lengkap

SAMSUNG CAMERA PICTURESSURABAYA – Komisi C DPRD Surabaya menyoal belum adanya gambar perencanaan (shop drawing) proyek jembatan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran. Komisi bidang pembangunan itu khawatir, tidak adanya shop drawing itu akan menghambat pembangunan jembatan wisata yang nilai kontrak pengerjaannya sebesar Rp 207 miliar tersebut.

Ketua Komisi C Syaifuddin Zuhri mengaku heran sampai di awal Maret ini belum ada gambar perencanaannya secara lengkap. “Kami heran, kalau proyek THP Kenjeran itu sudah dilelang, kenapa gambar perencanaan sampai sekarang belum terselesaikan. Jangan sampai Desember 2015 proyek ini belum selesai karena masalah gambar,” kata Syaifuddin Zuhri, Senin (2/3/2015).

Pernyataan ini disampaikan politisi PDI Perjuangan itu, saat memimpin rapat dengar pendapat terkait pembangunan jembatan THP Kenjeran di ruang Komisi C. Hearing juga dihadiri Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati, dan perwakilan dari kontraktor.

Setelah Detail Engineering Design (DED) selesai pada akhir 2014 lalu, Pemkot Surabaya menargetkan pembangunan jembatan THP Kenjeran selesai 31 Desember 2015 mendatang. Namun, sampai saat ini, kontraktor masih melakukan pekerjaan penimbunan lahan dan pemasangan tiang pancang jembatan.

Ipuk, sapaan Syaifuddin menambahkan, jika pengerjaan bulanan terus meleset dari rencana, bisa dipastikan sampai akhir tahun 2015 pembangunan itu tidak terselesaikan. “Tidak ada alasan pelaksana proyek mengulur waktu. DPRD siap membantu agar proyek ini selesai tepat waktu,” ujarnya.

Soal gambar perencanaaan, Wayan, petugas dari PT Hutama Karya sebagai pemenang tender menyatakan, saat pelaksanaan tender pihaknya menggunakan shop drawing dari gambar DED yang diup-load Bina Marga.

“Saat tender kita pakai gambar DED yang diupload Bina Marga. Hanya perlu pendetailan di shop drawingnya yang sekarang masih dalam proses untuk bikin soft copy-nya. Nanti shop drawing itu perlu persetujuan dari konsultan dan pemkot,” ungkap Wayan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi C Sudirjo menegaskan, shop drawing itu harus ada sebelum pengerjaan proyek. “Tapi kalau gambar kerja itu didahului pengerjaaan, itu bukan gambar kerja. Itu namanya gambar yang dikerjakan sambil jalan,” tandasnya.

Menurutnya, Komisi C akan membantu kelancaran proyek ini, namun sesuai dengan prosedur dan tahapan yang benar. “Kami berniat menbantu kelancaran pembangunan THP Kenjeran. Tolong disiapkan shop drawing dan schedule-nya saat kami sidak di lapangan,” kata Sudirjo.

Sementara, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Erna Purnawati mengakui, progres pembangunan jembatan THP Kenjeran ‘melenceng’ di bulan Januari 2015. Namun di bulan Februari ada, ada peningkatan progres.

“Pada bulan Januari memang terjadi deviasi, dari rencananya 1,6 persen, realisasi di lapangan baru 0,3 persen. Alhamdulillah karena dipacu terus oleh Komisi C dan diberitakan media, di bulan Februari ada percepatan dari rencana 3,9, realisasinya mencapai 6,03 persen,” urainya.

Dia menambahkan, perencanaan proyek ini sejak awal tidak ada masalah. Meski demikian, imbuh Erna, prodes pengerjaannya tetap harus dipacu karena memang waktunya sangat terbatas. (pri)