Politisi PDIP Ini Sesalkan Pernyataan Politik Prabowo Saat SBY Berduka

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari menegaskan semua pihak harus mengutamakan kemanusiaan dan mengesampingkan politik dalam situasi berduka.

Hal itu dikatakan Eva menyikapi pernyataan calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto tentang pilihan politik almarhumah Ani Yudhoyono ketika melayat di kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor.

Eva mengatakan, pernyataan Prabowo itu menunjukkan empati yang “tak kesampaian”. Buahnya, SBY yang sedang berduka pun mengeluhkan pernyataan Prabowo ke publik.

Atas peristiwa ini, Eva pun mengingatkan pada pentingnya kecerdasan mental selain kecerdasan otak. “Ini (pernyataan Prabowo) bisa jadi bahan pendidikan budi pekerti dan adab bagi anak-anak kita,” tuturnya.

Senada, kader PDI Perjuangan Sari Yok Koeswoyo mengatakan pernyataan Prabowo tentang pilihan politik almarhumah Ani Yudhoyono tersebut sangat tak etis.

Menurut Sari Yok, pernyataan itu mencerminkan Prabowo tak punya empati dan tak punya hati.

“Jelas itu tak punya empati dan tak punya hati, masak ketika melayat malah ngomong soal pilihan politik,” kata Sari, Selasa (4/6/2019).

Dia menambahkan, dalam budaya Jawa, perilaku Prabowo itu bisa dikatakan tidak ‘njawani’ “Tidak njawani itu maksudnya tak punya pengertian, tak punya unggah-ungguh,” jelas Sari.

Diberitakan, SBY merasa keberatan dengan pernyataan Prabowo terkait pilihan politik istrinya, almarhumah Ani Yudhoyono, dalam Pemilu Presiden. Keberatan itu disampaikan SBY kepada wartawan seusai mendengar pernyataan Prabowo, Senin (3/6/2019).

Awalnya, Prabowo berbicara kepada wartawan seusai bertemu SBY untuk menyampaikan duka cita terkait wafatnya Ani Yudhoyono. Ketika itu, Prabowo mengaku mendapat informasi bahwa Ibu Ani memilih dirinya ketika Pilpres 2014 dan 2019.

Setelah Prabowo berbicara dan meninggalkan kediaman SBY, SBY langsung menghampiri kerumunan wartawan di depannya. Ia mengungkapkan keberatannnya atas pernyataan Prabowo terkait pilihan politik istrinya, dan meminta pernyataan itu tidak diberitakan. (goek)