Pilpres Jadi Pertaruhan Umat Islam yang Berpuasa

khofifah di gramex1SURABAYA – Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengimbau rakyat Indonesia, terutama kaum muslim untuk memberikan hak pilihnya dalam pemilu presiden 9 Juli depan sesuai hati nuraninya.

“Pilpres di bulan puasa ini seharusnya melahirkan dua hal. Pertama, kualitas demokrasi yang semakin bagus. Kedua, partisipasi rakyat yang semakin meningkat, “ ujar Khofifah, dalam acara Doa Bersama untuk Kemenangan Jokowi-JK di Gramedia Expo, Jalan Basuki Rahmat Surabaya, Sabtu (5/7/2014) sore.

Khofifah menambahkan, pilpres di bulan puasa yang suci ini akan menjadi pertaruhan bagi rakyat Indonesia, terutama umat Islam yang berpuasa. Menurutnya, puasa yang mengajarkan kejujuran, akan berimplikasi pada partisipasi rakyat dalam memberikan hak politik dan dukungan.

Menurut mantan menteri pemberdayaan perempuan di era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, tidak mungkin umat Islam akan mudah dipengaruhi dengan fitnah dan uang. “Saya yakin umat Islam tidak akan rela menggadaikan puasanya demi fitnah, apalagi selembar uang. Saya yakin mereka akan memberika dukungannya kepada Jokowi-JK,” tegas Khofifah.

Acara doa bersama ini juga dihadiri KH Hasyim Muzadi, Menteri BUMN Dahlan Iskan, ratusan kiai dan masayikh dari berbagai kota di Jawa Timur. Acara yang digelar sejak pukul 14.00 WIB di Gramedia Expo ini juga dipadati oleh jamaah muslimat, fatayat, relawan Jokowi-JK, relawan Demi Indonesia, dan para pengurus partai pengusung Jokowi-JK.

Sebelum doa bersama, acara diawali dengan khataman Al-Quran oleh 40 penghafal. “Artinya hari ini kami sudah mengkhatamkan 40 kali Al-Quran, semoga doa anak yatim dan para penghafal Al-Quran ini bisa mengantarkan Kapak Jokowi dan JK memimpin negeri ini,” kata Khofifah.

KH Iskandar dalam tausiyahnya juga mengajak para peserta doa bersama dan seluruh rakyat Indonesia untuk memilih sesuai hati nuraninya.

“Rakyat Indonesia harus bisa memilah dan memilih mana yang benar, mana yang salah. Kemenangan dengan kecurangan tidak akan memberikan berkah, tetapi musibah bagi Negara-bangsa ini,” ujar dia, disambut bacaan Shalawat Nabi dari peserta yang hadir. (sa)