Pilkada 2020, PDIP Sanksi Tegas bagi Kader yang Mbalelo

SURABAYA – Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi menegaskan partainya akan memecat kader yang tidak tegas lurus dengan keputusan pusat, terutama terkait Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020.

“Pak Sekjen Hasto sudah mengingatkan. Kalau sudah diingatkan tapi tetap tak diperhatikan maka sudah pasti sanksi. Ya pecat, mau sanksi apalagi,” kata Kusnadi kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Menurut dia, peringatan tersebut juga telah beberapa kali disampaikan oleh Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, lalu Sekjen Hasto Kristiyanto terus mengingatkan agar kader tidak ‘mbalelo’ dari keputusan Partai.

Baca juga: PDIP Jatim Sudah Pastikan Kemenangan di 11 Pilkada

Selain itu, kesolidan dan kekompakan juga diyakini mampu membawa partai menjadi lebih baik, sekaligus memenangkan kontestasi di pilkada yang digelar serentak pada 9 Desember 2020.

“Apapun keputusan partai itu harus dijadikan suatu pegangan kader. Apa yang sudah diputuskan partai harus diperjuangkan dan tak ada lagi pertanyaan seperti kenapa kok (milih) ini, kok bukan dia dan lainnya,” ujar pria yang juga Ketua DPRD Provinsi Jatim tersebut.

“Saat ke Surabaya, Pak Sekjen memang tidak menyebut spesifik daerah. Tapi peringatannya itu berlaku untuk semua daerah. Dan kebijakan partai sudah jelas serta tegas,” tambah dia.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, lanjut Kusnadi, juga sudah memberikan target kepada PDIP Jawa Timur dalam menghadapi Pilkada 2020. Menurutnya, target memenangkan 13 dari 19 pilkada di Jatim tersebut bisa dicapai kalau solid.

“Tidak mungkin (target) itu dicapai oleh seseorang atau segelintir orang saja, tapi harus dicapai dengan cara gotong royong. Nah, memang masa seperti Pilkada adalah masa yang genting. Bukan hanya bagi PDIP saja, tapi bagi semua partai,” tuturnya.

Baca juga: Pilwali Surabaya, Whisnu Tegaskan akan Tunduk pada Keputusan Partai

“Kami optimistis, untuk pilkada di Jawa Timur, kami bisa memenuhi target Ketua Umum PDI perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri,” Kata Kusnadi.

Pihaknya optimistis sebelum tanggal 4 September, seluruh rekomendasi akan turun. “Kami juga yakin di tanggal 4 September, kami akan bersama-sama mendaftar serentak sesuai arahan DPP,” katanya.

“Kami merencanakan tanggal 3 September bertemu pengurus cabang (kabupaten/kota). Mereka akan kami dampingi saat mendaftar,” terang Kusnadi. (goek)