Pesan Risma untuk Pasien Sembuh: Harus Tetap Terapkan Protokol Kesehatan!

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini berpesan kepada seluruh pasien yang telah sembuh dari penyakit akibat virus Corona dan warga agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Risma menegaskan, selama kondisi pagebluk Covid-19 belum dinyatakan aman dengan sempurna, warga harus rajin mencuci tangan, saling menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Bahkan mungkin ke depan saya minta protokol seperti ini. Selalu cuci tangan dan menggunakan masker kalau mereka keluar. Karena itulah cara satu-satunya kita menjaga kesehatan kita saat seperti ini,” kata Risma, Sabtu (6/6/2020).

Dia juga mengajak semua pihak agar tidak lengah dan lalai dalam kondisi saat ini. Sebab, siapapun dan kapanpun bisa terkena penyakit.

“Karena itu saya tidak mau warga lengah meskipun mereka sudah dinyatakan sembuh oleh dokter,” tambahnya.

Walikota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengaku senang. Sebab, angka pasien sembuh di Kota Pahlawan trennya terus mengalami peningkatan.

Hal ini tak lepas dari masifnya upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya, serta adanya dukungan mobil PCR.

“Nanti kita akan tingkatkan terus angka kesembuhan, karena kemarin kan kita tertahan karena tidak punya alat. Jadi warga yang sudah mestinya harus swab yang kedua itu tertunda karena tidak punya alat. Dengan alat ini maka percepatan bisa kelihatan,” ujarnya.

Dia pun terus berusaha melakukan berbagai cara supaya warga yang sudah sembuh ini tidak ditolak kedatangannya di tengah-tengah masyarakat. “Tujuannya tentu supaya mereka yang sembuh ini diterima kembali di lingkungannya, meskipun tentunya dengan protokol yang ketat,” kata Risma.

Tak lupa, Risma menyampaikan terima kasih kepada tenaga medis yang telah merawat warga Kota Surabaya hingga banyak yang sembuh sampai saat ini. Ia mengaku tidak bisa memberikan apa-apa, selain ucapan terimakasih yang sangat tulus dari seluruh warga Kota Surabaya.

“Kemudian, kalau boleh terus terang, seringkali kita ngomong terima kasih kepada tenaga medis. Kita sering lupa dengan tenaga pembersih ruangan atau cleaning service. Padahal, mereka juga punya resiko yang sama tingginya dengan tenaga medis,” terang dia.

Oleh karena itu, kemarin dia menyempatkan diri keliling ke rumah sakit dan tempat laboratorium itu untuk memberikan bantuan. Hal ini dilakukan untuk memberikan perhatian kepada mereka.

“Meskipun mungkin tidak besar, tapi kami ingin memberikan perhatian juga kepada mereka,” ujarnya. (goek)