Pesan Megawati untuk Cakada PDIP: Korupsi Tidak Bisa Disembunyikan!

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta agar 75 pasangan calon kepala daerah (Cakada) yang diusung Partainya di Pilkada Serentak 2020, agar benar-benar mengabdikan diri kepada rakyat dan tidak melakukan tindak pidana korupsi.

Megawati mengingatkan, sudah terlalu banyak kasus korupsi menyangkut kepala daerah mulai dari gubernur, hingga bupati dan walikota.

Permintaan itu dia sampaikan saat memberikan arahan melalui teleconference di acara pengumuman nama-nama calon kepala daerah/wakil kepala daerah yang diusung PDIP di Pilkada 2020, kemarin,

Presiden ke-5 RI itu memulai arahannya dengan menjelaskan bahwa Indonesia didirikan setelah sejarah perjuangan kemerdekaan panjang, yang kemudian diproklamasikan Soekarno-Hatta.

Pada 1927, Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia, yang menjadi cikal bakal PDIP. 

Melalui partai politik itulah, Bung Karno mendidik dan mengorganisasikan rakyat. Kemerdekaan Indonesia dicapai senapas dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Pada 1955, atau hanya beberapa tahun setelah merdeka, Indonesia berhasil menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika yang menjadi titik tolak gerakan bangsa-bangsa lain untuk lepas dari penjajahan.

Hal itu merupakan bukti bagaimana Pancasila bekerja, menjadi inspirasi yang memerdekakan bangsa-bangsa dari penjajahan.

“Dengan sejarah begitu, coba saudara-saudara sekalian bayangkan, kalau kita mempunya nurani, pertanyaan yang saya selalu tanyakan, apa niat kalian untuk menjadi, baik bupati, walikota, gubernur? Apakah hanya untuk mengikuti nafsu-nafsu yang namanya keserakahan? Hanya untuk mencari kekuasaan? Hanya untuk mencari uang?” kata Megawati.

“Anda mau melupakan ketika dengan susah payah saudara itu akan diperjuangkan dan dipilih langsung oleh rakyat?” ujarnya.

Oleh sebab itu, Megawati minta agar para calon kepala daerah tidak main-main dengan amanah partai dan rakyat. Mega pun kembali menceritakan betapa sulitnya para pendiri bangsa memerdekakan Indonesia.

“Benang merah sejarah di atas sengaja saya sampaikan agar paslon PDI Perjuangan tidak berpikir sempit, hanya terpikir untuk kepentingan dirinya sendiri. Saya ingin mengatakan dengan jelas, kalau Anda mau korupsi sekarang itu tak bisa,” ujarnya.

“Satu hal, korupsi itu tidak akan bisa disembunyikan, karena suatu saat nanti pasti kelihatan,” tegasnya.

Di acara itu, Megawati didampingi Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, bersama para jajaran DPP partai termasuk Puan Maharani dan Prananda Prabowo. (goek)