Pertemuan Soal Transisi Pemerintahan Perlu Ditradisikan

pdip jatim - SBY - Jokowi di Nusa DuaNUSA DUA – Presiden terpilih Joko Widodo mengatakan, pertemuan empat mata membahas transisi pemerintahan menjadi tradisi yang perlu dibangun. Dia berharap, tradisi itu bisa berlanjut di masa pemerintahan selanjutnya.

Menurut Jokowi, langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melakukan pertemuan empat mata dengan presiden terpilih soal transisi pemerintahan, sebagai tradisi baru di dalam pemerintahan.

Pertemuan tersebut, jelas Jokowi, sangat penting untuk perencanaan pemerintahannya nanti. Dia berharap, model transisi semacam ini akan dijadikan contoh pada pergantian pemerintahan selanjutnya.

“Ini adalah sebuah tradisi baru yang ingin kita bangun dari pemerintahan Presiden SBY kepada pemerintahan baru nantinya. Kami ingin agar ada sebuah kesinambungan dari pemerintahan sekarang ke pemerintahan yang baru,” kata Jokowi, dalam konferensi pers bersama Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Rabu (27/8/2014) malam.

Komunikasi yang pertama kalinya bersama SBY pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 21 Agustus lalu itu, sebut Jokowi, sebagai rangkaian proses yang berkesinambungan. “Ini adalah sebuah awal agar secepatnya kami bisa mempersiapkan, merencanakan, sehingga kesinambungan pemerintah ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Jokowi.

Sementara, SBY menyatakan pemikirannya dengan pemikiran Jokowi cocok alias klop dalam membangun bangsa. “Alhamdulillah pikiran kita dengan Pak Jokowi klop. Kit‎a ingin betul-betul transisi sebaik-baiknya,” kata SBY.

‎SBY pun mengaku senang dengan langkah Jokowi untuk memastikan transisi pemerintahan yang baik. “Langkah ini konstruktif dan baik, pikiran kami berdua jernih, kami memiliki sumpah dan tekad yang sama untuk berbuat yang terbaik untuk bangsa Indonesia, baik kini maupun mendatang‎,” ucap SBY.

Dia mengaku senang karena masa transisi pemerintahan sejauh ini bisa bejalan lancar. Dia juga berharap tradisi itu bisa berlanjut di masa pemerintahan selanjutnya.

“Ini saya pikir sebuah tradisi yang harus kita letakkan di indonesia di era demokrasi ini, yang insya Allah akan membawa kebaikan bagi negara kita,” ujarnya. (pri)