Pertemuan Jokowi-Prabowo, Bertemu di MRT, Pesan Akhiri “Cebong-Kampret” dan Makan Bareng

JAKARTA – Presiden Terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu pada Sabtu (13/7/2019) kemarin setelah keduanya bersaing dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Pertemuan itu sudah dinanti lama oleh berbagai pihak demi membangun kembali rasa persatuan seusai Pemilu 2019.

Keduanya sudah bersaing cukup ketat selama proses Pilpres 2019. Persaingan itu juga menguras energi banyak pihak, baik dari kedua tim sukses, elite politik, penyelenggara, hingga masyarakat pendukung.

Berikut adalah sejumlah fakta seputar pertemuan Jokowi-Prabowo kemarin:

1. Bertemu di Stasiun MRT dan disambut warga

Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin. Mereka kompak mengenakan kemeja putih. Pertemuan Jokowi dan Prabowo itu disambut meriah warga yang berada di stasiun itu.

Warga berteriak riuh. Beberapa dari mereka memanggil nama Jokowi dan Prabowo.

“Pak Prabowo…” “We love you…we love you…”

Ada pula yang berseru, “I love you, Pak Jokowi…”

Masyarakat tampak menyambut pertemuan tersebut dengan antusias.

Saat bertemu, Jokowi dan Prabowo langsung menyampaikan salam hormat, kemudian diikuti dengan berjabat tangan. Keduanya juga sempat mencium pipi satu sama lain.

Mereka berbincang sebentar lalu tertawa. Namun, tidak terdengar apa yang mereka bicarakan.

Mereka kemudian berjalan ke peron MRT untuk menaiki gerbong MRT.

2. Berbincang di gerbong MRT

Keduanya lalu masuk ke dalam gerbong MRT. Mereka tampak berbincang akrab dalam moda transportasi mutakhir yang dimiliki Jakarta itu.

Keduanya saat itu berbincang sembari menempuh perjalanan menuju Stasiun MRT Senayan. Di sana, mereka melakukan pertemuan lanjutan di FX Sudirman, Senayan.

3. Akhiri “Cebong” dan “Kampret”

Saat tiba di Stasiun MRT Senayan, Jokowi menegaskan, saat ini tidak ada lagi yang namanya 01 dan 02. “Tidak ada lagi yang namanya 01. Tidak ada lagi yang namanya 02,” ujar Jokowi.

Saat mendengar hal tersebut, Prabowo yang berada di sampingnya langsung bertepuk tangan.

Demikian pula ketika Jokowi menyinggung keterbelahan di masyarakat yang diistilahkan sebagai ‘cebong’ dan ‘kampret’.

“Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda Pancasila,” ujar Jokowi yang diikuti anggukan kepala dan tepuk tangan Prabowo.

Hal senada juga ditegaskan Prabowo. Prabowo Subianto setuju untuk mengakhiri keterbelahan politik di masyarakat yang sering diistilahkan “cebong” dan “kampret”.

“Sudahlah, enggak ada lagi cebong-cebong. Enggak ada lagi kampret-kampret,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra tersebut kemudian menegaskan, “semuanya sekarang merah-putih”.

Pernyataan Prabowo tersebut diiringi tepuk tangan dan sorak sorai warga yang kebetulan berada di dalam stasiun MRT tersebut.

Setelah mengemukakan pernyataan tersebut, Jokowi dan Prabowo saling berpelukan dan kembali berjabat tangan.

4. Seperti bertemu dengan sahabat

Saat konferensi pers, Jokowi mengatakan bahwa ini merupakan pertemuan antara sahabat dan saudara.

“Pertemuan saya dengan Pak Prabowo adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara,” kata Jokowi di Stasiun MRT Senayan.

Menurut Jokowi, pertemuannya dengan Prabowo sudah lama direncanakan. Namun, keduanya terkendala karena kesibukan masing-masing.

Mereka akhirnya sepakat bertemu pada Sabtu pagi kemarin itu.

5. Pesan-pesan Prabowo

Selain menyerukan untuk mengakhiri penggunaan istilah “cebong” dan “kampret”, Prabowo juga menyampaikan beberapa pesan lain.

Ia mengakui bahwa dirinya memang telah bersaing secara keras dengan Presiden Joko Widodo saat Pilpres 2019.

Tak jarang mereka pun saling melontarkan kritik. Namun, kata Prabowo, hal itu dilakukan dalam kerangka politik dan demokrasi.

“Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengritik itu tuntutan politik dan demokrasi,” ujar Prabowo.

Meski saling melontarkan kritik, Prabowo menegaskan, hal itu tidak menghilangkan hubungan persahabatannya dengan Presiden Jokowi.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan, pertemuannya dengan Presiden Jokowi merupakan momen untuk menyampaikan hal-hal baik untuk membangun bangsa.

“Kita tetap dalam kerangka keluarga besar RI. Kita sama-sama anak bangsa. Kita sama-sama patriot dan sama-sama ingin berbuat terbaik untuk bangsa,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyatakan kesiapannya mendukung Pemerintahan Jokowi ke depan. Namun demikian, Prabowo tetap memberikan kritik untuk menjaga demokrasi.

Ia pun siap mengambil posisi sebagai pihak oposisi dalam mengawasi jalannya pemerintahan Jokowi.

“Kami siap membantu apabila diperlukan untuk kepentingan rakyat. Kami minta maaf jika kami mengkritik Bapak (Jokowi) karena demokrasi kan butuh check and balance,” ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan, kritik tersebut untuk saling mengingatkan dan membangun Indonesia ke depan lebih baik.

6. Jalan kaki dan santap bersama

Setelah menikmati perjalanan bersama hingga ke Stasiun MRT Senayan, keduanya berjalan kaki ke Mall FX Sudirman. Setibanya di mal mereka lansung santap siang di salah satu restoran. Mereka menyantap makanan di satu meja yang sama.

7. Santap onggol-onggol, sate, hingga nasi pecel

Kompas.com mewawancarai Operational Manager Sate Khas Senayan, Lisa Syauota. Jokowi dan Prabowo bersantap di Sate Khas Senayan di FX Sudirman. 

Lisa menyatakan, ada beragam makanan yang disantap Jokowi dan Prabowo, dari makanan ringan, makanan berat, hingga minuman.

“Jajanan ada ongol-ongol, mendut, dan cenil. Minuman teh sama air mineral. Kemudian ada juga goreng-gorengan, lalu ada tahu pong,” kata Lisa kemarin.

“Makanan berat ada empat, ada lontong cap gomeh, nasi langgi, nasi pecel empal, dan nasi kuning campur, plus sate kambing serta sate ayam,” katanya.

Ia mengatakan, makanan-makanan tersebut juga dijajakan untuk 200 orang dengan berbagai menu. Lisa menuturkan, seluruh makanan dan minuman dipesan oleh pihak panitia penyelenggara acara itu. (kompas)