Peringati Maulid Nabi, Bamusi Jatim Santuni Anak Yatim

pdip jatim - bersama anak yatim di acara mauludan

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim H Kusnadi dan Ketua PD Bamusi Jatim HM Buchori foto bersama anak yatim dari beberapa panti asuhan, usai penyerahan santunan kepada anak yatim di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di aula DPD Jatim, Jumat (23/1/2015) sore.

SURABAYA – Pengurus Daerah Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Jawa Timur menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1436 Hijriah di Gedung Serbaguna DPD PDI Perjuangan Jatim, Jumat (23/1/2015).

Mengambil tema “Kita Sukseskan Jawa Timur Berdzikir”, acara dimulai selepas Salat Jumat. Acara diawali dengan peragaan seni khadrah al banjari oleh sekelompok pemuda binaan PC Bamusi Surabaya. Lagu-lagu bernuansa islami dinyanyikan dalam iringan alat musik terbang dan jidor.

Pada peringatan Maulid Nabi kali ini PD Bamusi Jatim mengundang Pengurus Cabang Bamusi dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Jatim. Pada acara tersbut Bamusi Jatim memberikan santunan kepada anak-anak yatim piatu dari sejumlah yayasan di Surabaya dan Sidoarjo, serta paguyuban abang becak Surabaya.

Ketua PD Bamusi Jatim H Muchammad Buchori SH MSi dalam sambutannya membuka acara mengatakan, peringatan Maulid Nabi digelar rutin tiap tahun oleh PD Bamusi Jatim.

Hikmah dari peringatan maulid nabi, kata dia, adalah karena Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke bumi untuk menjadi teladan bagi umat manusia dalam meraih berkah dan rahmat dari Allah SWT. “Inilah hikmah dari peringatan Maulid Nabi sehingga kita peringati setiap tahunnya,” kata HM Buchori.

Foto-foto, klik: di sini

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi dalam sambutan berikutnya mengatakan, peringatan hari lahir Nabi Muhammad bukan untuk memperingati peristiwa kelahiran itu sendiri. Tetapi untuk meneladani sikap dan tindakan Nabi Muhammad untuk diwujudkan dalam perilaku keseharian.

Peringatan maulid kali ini diharapkan Kusnadi menjadi momentum yang tepat bagi kader-kader partai untuk melakukan introspeksi diri di tengah masa konsolidasi partai yang penuh kompetisi antar kader. Dan, ditengah kegaduhan politik di tingkat nasional.

“Seperti diriwayatkan, Nabi Muhammad SAW bahkan membezuk musuhnya yang sedang sakit. Nah, teladan-teladan seperti ini yang harus kita contoh dan wujudkan dalam tindakan keseharian,” terang Kusnadi.

Acara diakhiri dengan siraman rohani dari ustadz Drs H Paeni Effendi MSi. Kisah dan keteladanan Nabi Muhammad SAW disampaikan kepada hadirin. (her)