Pepih Nugraha: Kader Partai Harus Pahami Fungsi-fungsi Medsos

KOTA BATU – Mantan founder Kompasiana Pepih Nugraha mengapresiasi pelatihan cyber media oleh Badan Pemenangan (BP) Pemilu DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di “Wisma Perjuangan”, Oro-Oro Ombo, Kota Batu.

Apresiasi itu dia ungkapkan di sela mengisi materi Pelatihan Cyber Media yang diikuti peserta dari 19 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada 2020, Jumat (23/10/2020).

Baca juga: Menangkan Pilkada 2020, PDI Perjuangan Jatim Siapkan Pasukan Cyber Media

“Saya mengapresiasi PDI Perjuangan yang telah merumuskan ide-ide seperti halnya mengumpulkan utusan BP Pemilu dari 19 kabupaten/kota. Karena bagi saya, badan itu merupakan organ yang sangat vital di organisasi politik seperti PDI Perjuangan,” kata Pepih, usai acara.

Pegiat media sosial (medsos) yang juga mantan wartawan Kompas ini juga mengungkapkan banyak hal yang perlu diefektifkan, di antaranya adalah memanfaatkan sosial media. Menurutnya, media sosial ini sangat bermanfaat jika bisa digunakan dengan maksimal.

“Kader PDI Perjuangan harus memahami tentang fungsi-fungsi media sosial. Bukan sekadar memahami, tapi memproduksi dan juga menyebarkannya. Jadi kita membuat pesan lalu menyampaikan di media sosial dan memviralkannya,” ujarnya.

Dia pun menyebut betapa efektifnya peranan media sosial saat ini. Selain itu, lanjut Pepih,  di media sosial ada ruang yang bisa dimanfaatkan seperti mengisi konten dan lain sebagainya.

Sementara itu, pembicara lainnya di acara yang berlangsung selama empat hari ini, yakni dosen komunikasi Universitas Airlangga Surabaya, Igak Satya Wibawa, mengatakan, PDI Perjuangan sebagai Partai kader juga partai modernis sudah bergerak kearah yang sangat maju dengan menyelenggarakan Pelatihan Cyber Media.

“Ini akan bermanfaat mungkin tidak segera dirasakan cepat, tapi dalam konteks yang lebih besar ketika menghadapi kontestasi politik yang lebih besar, PDI Perjuangan tentu akan sangat siap,” kata Igak.

“Dengan pengalaman PDI Perjuangan di lapangan kampanye akan dipadukan dengan kemampuan teman-teman dalam mengelola media sosial, jadi ke depannya akan sangat bagus,” tambahnya.

Dia juga berpendapat, pasca pandemi Covid-19 berakhir, kampanye melalui media sosial akan tetap menjadi salah satu alternatif tambahan.

“Mungkin kalau pandemi sudah berakhir, orang akan memilih kembali ke kampanye tatap muka. Tapi itu membutuhkan biaya tinggi akan memberatkan partai, dan akan memberatkan orang juga,” ujar Igak.

“Sehingga kedepannya akan dilakukan dengan format kecil dan lebih banyak dilakukan melalui media sosial. Karena kampanye media sosial itu tidak terbatas waktu, sementara kampanye terbuka itu dibatasi waktu,” pungkas dia. (*)