Pengamanan Presiden Masih Sesuai Protap

pdip-jatim-Seskab-Pramono-setir-golf-carJAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menepis penilaian sejumlah pihak mengenai adanya tambahan pengamanan kepada Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) pasca terjadinya aksi ledakan dan bom bunuh diri di kawasan Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Pramono Anung, pengamanan ini diberikan tambahan sedikit kepada Presiden dan Wakil Presiden kalau ada kegiatan-kegiatan yang tidak biasa. Tetapi kalau hanya sekadar rapat terbatas (ratas) atau rapat paripurna maka pengamanan seperti biasa.

“Tapi kalau mengundang tamu dari luar yang jumlahnya banyak, di atas 100–200 orang, memang ada pengamanan tambahan. Kenapa itu dilakukan? Karena memang itu prosedur tetap (protap) nya begitu. Jadi, ini protap dari Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) yang bertanggung jawab terhadap keamanan Presiden dan Wakil Presiden,” kata Pramono kepada wartawan, di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/1/2015) sore.

Dia menegaskan, tambahan pengamanan itu sebenarnya bukan berarti situasi tidak aman. “Sama sekali bukan, karena Presiden sendiri yang menginstruksikan ketika melihat ke lapangan untuk segera semuanya berjalan normal. Hanya daerah-daerah strategis dan vital yang perlu diamankan, kemudian TNI mem-BKO anggotanya di situ, dan Polri tentunya. Jadi tidak ada keamanan tambahan dalam hal ini,” tegasnya.

Mantan Sekjen PDI Perjuangan ini juga memastikan, bahwa jumlah personel Paspampres yang melekat ke Presiden tidak ditambah, tetap seperti biasa. Hanya saja diakuinya, di-check door di depan ini kalau ada cara tambahan yang melibatkan banyak tamu, diberikan. (goek/*)