oleh

Peneliti ARC Indonesia: Program Setiajit Bawa Optimisme Masyarakat Tuban

-Berita Terkini-12 kali dibaca
Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati (Bacabup-Bcawabup) Tuban Setiajit dan RM Armaya Mangkunegara (Setia-Negara)

SURABAYA – Peneliti Accurate Research & Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaqi Siraj mengapresiasi penampilan calon bupati Tuban, Setiajit saat menghadiri acara talk show yang diselenggarakan JTV dengan tajuk “Menuju Pendopo, Memilih Pemimpin Baru Kabupaten Tuban”.

Baihaqi sapaan akrabnya menilai pemaparan program Setiajit berbeda dengan dua calon lainnya. Dia menilai Setiajit menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan lugas, seakan membawa optimisme masyarakat.

Menurutnya, hal itu disebabkan Setiajit lebih menguasai persoalan-persoalan masyarakat. Dan apa yang disampaikannya murni berangkat dari kemampuan dan pengalamannya di birokrasi.

“Sebenarnya Mas Lindra lumayan bagus, dengan program besarnya Mbangun Deso, Noto Kutho. Hanya saja dia belum lepas dengan bayang-bayang ibunya sebagai mantan bupati. Itu terlihat sekali saat dia menyampaikan gagasannya yang ingin melanjutkan ibunya,” terang Baihaqi kepada awak media, Rabu (14/10/2020).

“Begitu juga dengan buk Ana seakan-akan tidak ingin lepas dari kepemimpinan Tuban yang saat ini. Yang disampaikannya sudah baik, tapi sisi lain juga tidak bisa mengelak dan mengakui ketika dihadapkan pada fakta-fakta angka kemiskinan di Tuban,” lanjut dia.

Lain halnya dengan Setiajit, tambah Baihaqi, calon bupati yang diusung PDI Perjuangan, serta PAN, PPP, Hanura, dan PBB itu hadir dengan visi visioner dan tergolong baru. Baihaqi yakin, hal ini berangkat dari kemampuan dan pengalaman Setiajit di birokrasi.

Sehingga dalam menjawab beberapa persoalan yang disampaikan sangat detail. Idenya juga sesuatu yang sangat aplikatif.

“Seperti saat menjawab persoalan pertanian, dia mencontohkan misalnya pentingnya ada BUMD yang mengurus soal pangan. Kemudian pada bidang kesehatan, bagaimana semua Puskesmas di Tuban bisa memiliki Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat,” jelasnya

Baihaqi menilai modal pengalaman dan pengetahuan Calon itu sendiri sangatlah penting. Kekuatan yang berada dalam dirinya sendiri dan bukan berasal dari bayang-bayang di luar dirinya.

“Sehingga saat menjadi Bupati bisa merdeka dalam merealisasikan visi misi dan programnya, dan kalau kami liat itu ada di Pak Setiajit,” bebernya.

Tak hanya itu, imbuh Baihaqi, Nawa Bakti SetiaNegara yang disampaikan cabup yang berpasangan dengan cawabup RM Armaya Mangkunegara itu sejalan dengan peroalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam hampir semua aspek. 

Dan upayanya dalam pembangunan misalnya tidak hanya ingin memanfaatkan kekuatan APBD Kabupaten Tuban, tapi juga dengan APBD Provinsi, APBN, dan swasta.

“Artinya beliau betul-betul paham sumber anggaran untuk pembangunan. Sebab kalau hanya mengandalkan APBD daerahnya, seperti Tuban misalnya, sangat sulit bisa mewujudkan semua programnya,” pungkas Baihaqi. (rul)

rekening gotong royong