oleh

Pemprov Jatim Harus Siapkan Kiat-kiat Jitu Hadapi Era MEA

pdip jatim - Kusnadi1SURABAYA – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Kusnadi mengajak masyarakat mempererat persatuan dan kesatuan dalam membangun provinsi ini kearah yang lebih sejahtera. Ajakan ini disampaikan Kusnadi, saat memimpin rapat paripurna istimewa DPRD Jatim, terkait peringatan Hari Jadi ke-70 Provinsi Jawa Timur, 12 Oktober 2015.

“Momen peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ini dapat memperkuat nilai persatuan dan kesatuan, serta introspeksi jati diri kita sebagai masyarakat Jawa Timur,“ kata Kusnadi.

Peringatan tersebut, lanjut Kusnadi, juga sebagai wujud apresiasi terhadap jerih payah para pemimpin, tokoh masyarakat dan para pelaku sejarah perjuangan bangsa, dalam hal ini sejarah Provinsi Jawa Timur.

“Tanggal 12 Oktober 1945 pertama kalinya, Raden Mas Tumenggung Adipati Soerjo, orang Indonesia diangkat menjadi Gubernur Jawa Timur. Itu sebagai tonggak sejarah berdirinya Provinsi Jawa Timur,“ kata Kusnadi yang juga Penasihat Fraksi PDI Perjuangan.

Pada bulan tersebut, paparnya, terjadi peristiwa terbunuhnya Jenderal Mallaby, komandan tentara sekutu yang mendarat di Surabaya, hendak menduduki Indonesia. “Saat itu rakyat Jawa Timur menolak untuk menyerahkan kekuasaan pada sekutu pimpinan Jenderal Mallaby. Hal itu merupakan titik tolak bangkitnya nasionalisme Indonesia,“ ujarnya.

Saat ini, sebut Kusnadi, Jawa Timur menghadapi tantangan yang perlu mendapat respon sungguh-sungguh dari pemerintah provinsi, yaitu era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pada era ini persaingan pasar menjadi semakin luas dan berat karena pada era MEA nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara, sehingga kompetisi akan semakin ketat.

“Beberapa bulan lagi kita akan memasuki era MEA. Pemprov harus mempunyai kiat-kiat jitu untuk menghadapinya, sehingga Jawa Timur bisa mempertahankan pertumbuhan ekonominya,“ ucap Kusnadi.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo yang akrab dipanggil Pak De Karwo, menyatakan, pemprov sedang menyiapkan berbagai antisipasi untuk menyongsong era MEA. Menurut gubernur, MEA tidak perlu ditakuti, justru MEA harus dijadikan peluang untuk meraih keuntungan bagi Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM).

“Produk UMKM ini unik dan memiliki lokalitas yang baik. Sehingga ini menjadi unggulan untuk memenangkan persaingan di MEA,“ ujar Soekarwo yang optimistis rakyat Jatim nantinya mampu bersaing pada era MEA. (guh)

rekening gotong royong