Pemkot Surabaya Siapkan Lahan 10 Hektar untuk Kembangkan Listrik Tenaga Surya

SURABAYA – Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, pemkot sudah menyiapkan lahan yang cukup luas di Kecamatan Pakal Surabaya Barat untuk mengembangkan listrik tenaga matahari.

“Kami punya lahan seluas 159 hektar di Sumberejo Pakal. Di antaranya 10 hektar akan kita pakai untuk pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga matahari atau solar cell,” kata Risma, kemarin.

Dalam realisasi progam pengembangan power plan ini, Pemkot Surabaya bekerja sama dengan PLN, termasuk dalam hal pendistribusian listrik yang dihasilkan.

“Sudah kita siapkan. Nanti ada kerja sama dengan PLN,” ujarnya.

Menurut Risma, proyek ini akan menjadi percobaan untuk memanfaatkan potensi panas matahari yang banyak diterima Surabaya di kawasan Surabaya Barat.

Dengan lahan luas yang mendukung, diharapkan nantinya power plant ini juga bisa menjadi studi bagi anak-anak Kota Pahlawan.

Lahan yang disiapkan, sebutnya, ada yang dari bekas tanah kas desa, ada yang dari ruilslag atau tukar guling dengan lahan di daerah lain. “Yang jelas tanah itu yang kita manfaatkan,” ucap Risma.

Sebagaimana diketahui, saat ini pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Benowo Surabaya menjadi satu-satunya pilot project yang dinilai berhasil di Indonesia. Saat ini, TPA Benowo akan menghasilkan listrik 2 megawatt.

Listrik tersebut sudah dijual ke PLN sesuai dengan ketentuan negara terhadap pengelolaan listrik. Targetnya sampai akhir tahun 2018 mendatang, produksi listrik dari TPA Benowo akan mencapai 9 megawatt.

Kota Surabaya menjadi pilot project kota-kota lain dalam hal pengelolaan sampah, terutama dalam memanfaatkan sampah menjadi energi listrik.

PLTSa merupakan entitas bisnis dan akan menjadi contoh perkotaan lain dalam pengelolaan sampah ini, sudah ada sejak tahun 2015.

Terlebih Waste to Energy sudah menjadi komitmen di Kerangka Kerja Perubahan Iklim Konvensi, dengan mengkonversi sampah menjadi energi.

Hal ini sesuai dengan Perpres 18 Tahun 2016 tentang Percepatan pembangunan listrik berbasis sampah. Dimana, ada tujuh daerah yang dijadikan sebagai pilot project.

Tujuh daerah itu, meliputi Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Surakarta, Makasar dan Semarang.

Setelah Kota Surabaya berhasil mengelola limbah sampah menjadi energi listrik, beberapa daerah itu pun lantas kemudian studi banding ke TPA Benowo. (goek)