Pemkot Surabaya Harus Lebih Proaktif Bela Warga Sekitar Rel KA

pdip jatim - pemukiman sekitar rel KASURABAYA – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya Adi Sutarwijono minta pemerintah kota (pemkot) lebih pro-aktif dan bertindak tegas dalam membela warga sekitar rel kereta api (KA) yang rumahnya terancam penggusuran. Yakni dengan minta PT KAI menunda penggusuran sampai tersedia tempat tinggal pengganti bagi warga korban gusuran.

“Saat kita pertemukan dengan PT KAI nanti, kita ingin sudah ada satu sikap yang cukup jelas dan tegas dari pemkot dalam membela warganya. Sehingga PT KAI tidak terburu-buru menggusur rumah warga sebelum ada tempat tinggal pengganti,” kata Adi Sutarwijono, saat hearing terkait pembangunan rumah susun (rusun), Senin (23/2/2015).

Permintaan itu disampaikan Awi, sapaan Adi Sutarwijono, karena saat ini ada ribuan warga yang sudah berpuluh tahun tinggal di kiri-kanan rel KA bakal digusur pihak PT KAI. Seperti di Kalimas, dan kawasan lain di Kota Surabaya.

Menurut Awi, Pemkot Surabaya bisa melakukan negosiasi dengan PT KAI terkait penggusuran, misalnya minta PT KAI menyediakan sebagian lahannya yang kosong untuk dibangun rusun. Rusun itu nantinya untuk menampung warga yang rumahnya tergusur.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mencontohkan, Gubernur DKI Jakarta Ahok baru melakukan penertiban setelah warga korban gusuran sudah dipastikan menempati rusun yang disediakan. “Kita ingin yang semacam itu bisa jadi kebijakan Pemkot Surabaya, sehingga PT KAI tidak semena-mena melakukan penggusuran,” ucapnya.

Dalam rapat dengar pendapat itu, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Pemkot Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengungkapkan rencana pembangunan 6 unit rusun baru di beberapa kawasan. Seluruh biaya pembangunan rusun baru itu akan ditanggung pemerintah pusat.

Menurut Yayuk, sapaan Maria Theresia Ekawati Rahayu, rusun baru itu akan dibangun di Kelurahan Keputih sebanyak 6 blok 5 lantai , Dukuh Menanggal 6 blok 5 lantai, Sememi 4 blok 5 lantai, Jambangan 1 blok 5 lantai dan Penjaringansari 1 blok dengan 5 lantai.

Terkait penyediaan tempat tinggal baru bagi warga sekitar rel KA yang terkena penggusuran, jelas Yayuk, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PT KAI. “Kita sudah mendiskusikan dengan PT KAI, untuk memanfaatkan lahannya agar dibangun rusun. Itu sama dengan harapan kita kepada pemerintah provinsi agar menyediakan lahannya di sekitar sungai untuk menampung warga yang rumahnya digusur karena tinggal di sekitar stren kali,” jelas Yayuk. (pri)