Pemkot Batu Sinergikan Pariwisata dengan Pengentasan Pengangguran

BATU – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Punjul Santoso menegaskan pada tahun pertama pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso, akan memprioritaskan pengentasan pengangguran dengan mensinergikan sektor pariwisata daerah.

”Kami minta dinas terkait, mulai BPM-PTSP, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, dan Dinas Pariwisata, untuk menyinergikan program meningkatkan skill (kemampuan) pemuda dan pemudi Kota Batu demi pengentasan pengangguran,” kata Punjul, kemarin.

Data per-April 2017, jumlah pengangguran di Kota Batu tercatat 4.526 orang. Merespon hal itu Pemkot Batu memprioritaskan APBD tahun anggaran 2018 yang saat ini tengah dibahas, dioptimalkan untuk pengentasan pengangguran.

“Pemuda -pemudi Kota Batu, saatnya diajak bersama membangun daerah. Perlu pembinaan, pemberdayaan dan pelatihan khusus untuk pemuda pemudi karena banyak perusahaan pariwisata swasta maupun sektor perhotelan menolak putra daerah karena memang tidak memenuhi standar kebutuhan,” papar politisi PDI Perjuangan ini.

Perlu diketahui, R-APBD tahun anggaran 2018 dalam pengesahan KUA – PPAS tahun 2018 mencanangkan Rp 935 miliar, naik dari tahun sebelumnya Rp 865 miliar. Dalam pembahasan tersebut juga disepakati target pengurangan angka pengangguran antara 3,5 – 3,8 persen.

”Dalam mendukung upaya pengentasan pengangguran, pemkot Batu tahun depan mengalokasikan untuk peningkatan kualitas SDM. Misal harus mahir bahasa asing. Maka harus belajar bahasa baik itu bahasa Inggris, Jepang dan Mandarin. Perlu juga belajar tentang manajemen administrasi pariwisata dan administrasi perhotelan,” urai Punjul.

Masih kata Punjul, berimplementasikan pengentasan pengangguran dicontohkannya lagi akan ada bantuan peralatan meningkatkan kualitas UMKM di desa/kelurahan. Kemudian pembinaan dan peningkatan packaging (kemasan), berlisensi BPOM, dan sebagainya sesuai standar nasional dan internasional.

”Kalau perlu sekalian akan kami bantu pemasarannya. Misalnya produk UMKM harus masuk ke minimarket besar di Kota Batu. Akan kami buatkan regulasinya,” ujarnya. (ven)