Pemkot Batu Siapkan ‘Kartu Sakti’ bagi Anak

pdip-jatim-Eddy-RumpokoBATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil), telah menyiapkan program Kartu Anak Indonesia (KAI). ‘Kartu sakti’ bagi anak warga Batu ini pada 2016 dianggarkan sebesar Rp 462 juta untuk mencetak sekitar 53.000 lembar kartu.

“Berdasar data dispendukcapil, jumlah penduduk usia anak-anak antara 0 – 16 tahun terdapat kurang lebih 53 ribu jiwa, sehingga alokasi anggaran disesuaikan dengan jumlah tersebut,” kata Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko, di Kota Batu, Minggu (17/1/2016).

Manfaat penting KAI, lanjut Eddy Rumpoko, adalah menjamin kelancaran administrasi lanjutan bagi sang anak. Misalnya, pengurusan akte kelahiran, pendaftaran sekolah, dan bermanfaat juga untuk berobat di puskesmas milik Pemkot Batu.

“Kedepan, pemkot Batu juga berencana bekerjasama dengan pihak ketiga. Sehingga anak-anak pemegang KAI bisa membeli buku atau peralatan sekolah untuk mendapatkan diskon minimal 10 persen, serta bisa digunakan sebagai tanda masuk wisata di Kota Batu secara gratis,” papar ER, sapaan akrabnya.

Secara teknis, lanjutnya, program pembuatan KAI ini merujuk kepada UU No 24 tahun 2013 tentang perubahan UU administrasi kependudukan, dimana data itu digunakan untuk pembangunan demokrasi dan pemberdayaan masyarakat.

KAI, urai ER, dibedakan jenis berdasarkan kelompok usia. Untuk anak usia 0 hingga 4 tahun diberi kartu tanpa disertai foto, sedangkan anak usia 5 – 16 tahun mendapatkan kartu disertai foto diri pemilik KAI.

Elemen data yang tercantum di KAI, antara lain, nomor induk kependudukan (NIK), nama, tanggal lahir, alamat, nomor anak dalam keluarga.

“Mulai Februari 2016, dispendukcapil akan menggunakan alat untuk bisa merekam data dengan bekerjasama dengan pihak kecamatan dan kelurahan. Alatnya sejenis dengan perekaman KTP elektronik, sehingga akurasi data yang didapat bisa sempurna,” jelas wali kota yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ini. (ven)