Pemkab Trenggalek Siap Kembangkan Pesisir Selatan

pdip-jatim-emil-arifin

Emil Dardak (kiri) bersama Wabup Arifin

TRENGGALEK – Pemerintah Kabupaten Trenggalek akan fokus pada pengembangan pesisir selatan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak, Sabtu (27/02/2016).

“Akan ada beberapa masterplan yang sedang kami siapkan untuk pengembangan pesisir selatan Trenggalek. Di antaranya adalah pembangunan pelabuhan antar pulau, dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Emil.

Emil mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan Prigi telah disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim, Soekarwo kepadanya saat pelantikan serentak kepala daerah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pembangunan pelabuhan antar pulau itu akan membuka akses pesisir selatan, selain menjadi pintu masuk kapal barang, juga akan menjadi titik dermaga bagi kapal mesin penumpang. Efek domino yang diharapkan Pemkab Trenggalek adalah mendongkrak kemajuan sektor ekonomi dan pariwisata pesisir selatan.

“Saya dan masyarakat Trenggalek, bersyukur karena akhirnya Teluk Prigi akhirnya dipilih sebagai lokasi pelabuhan antarpulau, setelah beberapa lama mengalami polemik terkait penentuan pelabuhan tersebut. Nantinya Pelabuhan Prigi akan menjadi koridor utama Jatim dan Jateng untuk pesisir selatan,” kata bupati yang diusung PDI Perjuangan pada pilkada serentak 9 desember 2015 lalu ini.

Pada pengembangan pesisir selatan, Emil menambahkan bahwa fokus pengembangan akan pada peningkatan kualitas pelayanan publik, seperti adalah peningkatan kualitas Puskesmas Munjungan. Peningkatan kualitas tersebut di antaranya adalah penambahan mobil ambulans dan beberapa perangkat teknis pelayanan kesehatan lainnya.

“Karena jarak Munjungan dan pesisir selatan jauh dari kota atau RSUD terdekat, maka saya mengkhendaki adanya fasilitas yang memadai sehingga upaya pertolongan pasien akan terpenuhi dan kenyamanan pasien juga memadai,” papar Emil Dardak.

Selain kualitas puskesmas, lanjut Emil, Pemkab Trenggalek kedepan akan segera membangun dermaga jeti atau pelabuhan kecil untuk melayani kapal kecil nelayan tradisional. Sehingga kapal kecil nelayan bisa mendekat ke pantai.

“Pada saat kunjungan pekan pertama saya di Munjungan, teman-teman nelayan meminta pelabuhan kecil, agar mempersingkat waktu perjalanan menangkap ikan, maka pemkab harus mampu menjawab kebutuhan tersebut dengan cepat dan tanggap,” pungkas Emil. (ven)