Pemindahan Ibukota Perlu Pendalaman, Megawati Sarankan Presiden Bentuk Tim Khusus

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyarankan Presiden Joko Widodo membentuk tim khusus pemindahan ibu kota.

Mega menyarankan nantinya tim tersebut tak hanya membahas ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim), namun juga bagaimana nasib Jakarta setelah tak lagi menjadi ibu kota.

“Untuk saya, hal-hal yang sangat strategis penting ini harus didalami. Artinya bukan berarti hanya dengan omongan-omongan saja. Tapi harus dibentuk, saya enggak tahu, karena Presiden yang harus membentuk,” kata Megawati melalui keterangan tertulis, Rabu (28/8/2019).

“Apakah sebuah tim atau sebuah yang besar lagi, untuk bagaimana pendalaman memindahkan ibu kota,” lanjut Presiden ke-5 RI ini.

Megawati juga menyarankan Indonesia mempelajari konsep ibu kota di negara lain seperti Canberra di Australia, Washington DC di Amerika Serikat, dan Putrajaya di Malaysia.

Dia pun meminta pemerintah mengkaji peran Jakarta jika nantinya ibu kota jadi dipindahkan ke Kalimantan Timur.

“Apakah menjadi sebuah kota, apakah posisinya untuk ekonomi saja, sebagai kota perdagangan, itu kan mesti dikaji. Karena nanti ada kajian secara administrasi, teori, juga pelaksanaan di lapangan,” lanjut dia.

Megawati menambahkan saran yang diberikannya ini bukan sebuah kritik terhadap Presiden Joko Widodo. dia justru menilai positif usulan perpindahan ibu kota.

Menurutnya, masalah Jakarta sebagai ibu kota sangat banyak. Salah satu masalah utamanya ialah kemacetan, juga masalah lain seperti banjir. Karenanya ia meminta agar rencananya pemindahan ibu kota dibuat berdasar tata ruang yang matang.

“Hal-hal ini yang saya maksud sebagai pendalaman,” jelasnya. (goek)