Pemilu 97 Hari Lagi, Mega Bakar Semangat Kader Menangkan Jokowi-Ma’ruf

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri minta kader partainya memenangkan kembali Joko Widodo di Pilpres 2019. Megawati juga minta mereka menjaga kesolidan agar PDI Perjuangan kembali berjaya di Pileg 2019.

“Jika PDIP menang kembali dan Pak Jokowi terpilih kembali sebagai presiden RI pada pemilu 17 April 2019, kalian siap? Pantang mundur? Yakin? Pak Jokowi jadi lagi? Yakin Pak Jokowi jadi lagi?” kata Megawati dalam Rakornas dan HUT ke-46 PDI Perjuangan, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Megawati mengulang pertanyaan kepada ribuan kader PDIP agar siap memenangkan Jokowi di pilpres. “Kayaknya suaranya kurang? Yakin Pak Jokowi jadi lagi? Yakin, yakin, yakin, haqqul yaqin? Terima kasih,” ucapnya.

Dia mengingatkan, Pemilu 2019 tinggal 97 hari lagi. Mega menekankan, kemenangan pada 2019 bukan semata kemenangan PDIP, tapi harus menjadi kemenangan rakyat Indonesia.

“Partai ini harus menang, Pak Jokowi harus terpilih lagi sebagai presiden. Maka jangan bertengkar karena perebutan kursi, remeh temeh, jangan saling sikut, singkirkan metode konflik, enyahkan hasrat devide et impera,” lanjut Presiden ke-5 RI itu.

Megawati juga minta jangan karena ambisi berkuasa lantas menyibukkan diri menebarkan perpecahan. Dia pun mengingatkan agar jangan mengampanyekan kebencian dan hoaks.

“Kemenangan hanya tercapai jika pilar partai, sayap partai termasuk simpatisan partai ada dalam satu napas perjuangan. Camkan pesan saya,” katanya.

Menurutnya, upaya lain harus dilakukan melalui kerja dengan mendatangi rakyat. Dia minta para kader bisa memeluk, menyapa, dan menangkan hati rakyat sambil berpolitik dengan gembira.

“Sampaikan kabar yang mampu memompa harapan rakyat untuk sama-sama mengabdi pada kepentingan nasional, partai ini membutuhkan rakyat. Bohong kalau tak membutuhkan rakyat,” tandas Megawati.

Menurut Megawati, PDIP terus berjuang untuk dapat memenangkan pemilu dengan cara yang demokratis dan terhormat. “PDI Perjuangan tidak mau asal menang pemilu dengan menghalalkan segala cara,” katanya.

Dia juga menegaskan, PDIP juga tidak ingin asal menempatkan caleg. “PDI Perjuangan tidak ingin diisi oleh kader karbitan,” tambah dia.

Menurut Megawati, ada saja di PDI Perjuangan orang yang sebagai kader, tapi kalau tidak direkomendasi keinginan kekuasaannya terus pindah ke partai politik lain. “PDI Perjuangan tidak pernah berkecil hati, menghadapi politisi pragmatis seperti itu,” jelas Mega. Dia melihat perilaku politisi seperti itu adalah bagian dari seleksi alami ideologis di dalam partai. “Dari seleksi alami itu akan terlihat mana kader yang loyal dan tidak. Kepada kader yang loyal, PDI Perjuangan memberikan amanahnya,” tuturnya. (goek)