Pemilihan Ketua Partai Harus dengan Cara-cara Terhormat

pdip jatim - tes tulis ketua DPC gelombnag 3SURABAYA – Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, Kaderisasi, dan Rekruitmen DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Bambang Yuwono mengatakan, rangkaian tes penyaringan calon-calon ketua partai sebagai ujian revolusi mental di tubuh PDI Perjuangan.

“Kita akan memilih calon ketua partai. Tentu saja kita menginginkan kader terbaik. Maka segala sesuatunya harus dilakukan dengan cara terhormat. Tidak boleh ada upaya-upaya curang dalam prosesnya,” kata Logos, sapaan akrab Bambang Yuwono.

Pernyataan ini disampaikan Bambang Yuwono di acara pembukaan acara fit and propertest calon Ketua DPC PDI Perjuangan gelombang ketiga atau terakhir. Fit and propertest digelar sejak pagi di kantor DPD Jatim Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Sabtu (7/2/2015).

Revolusi mental, kata Bambang Yuwono, harus dimulai dari hal-hal kecil, termasuk juga cara berpikir kader. “Mind set tentang pergantian ketua partai memang harus kita ubah. Ini sudah bukan lagi banyak-banyakan suara. Para calon ketua partai ini akan diuji kadar ideologinya agar benar-benar mewujudkan apa yg menjadi ideologi partai dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Kita cari kader terbaik yang bisa bekerja untuk partai dan menjaga amanah rakyat,” terang dia.

Selama ini, ungkapnya, masih ada kesalahpahaman, bahwa yang paling banyak suara adalah yang harus menang menjadi ketua partai. Padahal, lanjutnya, substansi SK 066 dan 067 DPP PDI Perjuangan adalah bagaimana kita mampu mewujudkan ideologi partai yaitu gotong royong dan musyawarah mufakat.

Pria yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu menjelaskan, setelah tes ini nanti akan ada penyaringan di DPP. Tiga nama terpilih nantinya yang akan diperintahkan untuk dimusyawarahkan di konfercab. “Di konfercab itu nanti harus musyawarah untuk mencari siapa yang jadi Ketua DPC, tidak boleh sampai deadlock. Kalau deadlock ada sanksi,” tegas dia.

Tes kali ini diikuti oleh 14 DPC. Masing-masing DPC dipilih 5 orang bakal calon ketua. Peserta mendapat perlakuan sama. “Tidak ada pembedaan. Meski pun dia bupati, ketua dewan, dewan pertinbangan, incumbent DPC, atau kader senior sekali pun, wajib menempuh tes,” tegasnya.

Nampak di antara peserta, Mantan Bupati Kediri Sutrisno, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Wakil Bupati Magetan Samsi, Mantan Ketua DPC Tuban Go Tjong Ping dan Waras, juga politisi senior seperti Bambang Haryanto. Juga nampak Ketua DPRD, seperti Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Djatmiko, Ketua DPRD Tulungagung Supriyono dan Ketua DPRD Magetan Joko Suyono, dan Ketua DPRD dari kabupetan/Kota di Jatim. (sa)