oleh

Pemerintah Guangzhou Bantu Puluhan Ribu Masker ke Pemkot Surabaya

SURABAYA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mendapat bantuan masker sebanyak 40 ribu lembar dari Pemerintah Guangzhou, Tiongkok. Bantuan diserahkan Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya Gu Jingqi dan diterima langsung oleh Wali Kota Tri Rismaharini di Balai Kota Surabaya, Selasa (7/7/2020).

Gu Jingqi menjelaskan, bantuan 40 ribu masker yang disumbangkan berasal dari Pemerintah Guangzhou. Menurutnya, jika Pemkot Surabaya membutuhkan bantuan, pemerintah Tiongkok siap membantu.

Apalagi, Pemkot Surabaya dengan Guangzhou sudah lama menjalin kerja sama sister city. “Mari kita terus bekerja sama seperti sister city kita selama ini. Bekerja sama melawan Covid-19,” kata Gu Jingqi.

Dia juga mendoakan Risma dan warga Kota Surabaya cepat terhindar dari wabah Covid-19. “Semoga Ibu dan warga Surabaya semuanya, selalu sehat,” ucapnya.

Risma menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan kepada Pemkot Surabaya. Setelah menerima bantuan itu, ia langsung meminta staf-stafnya untuk membongkar kardus masker itu dan membaginya ke beberapa kardus lain. “Nanti langsung didistribusikan,” kata Risma.

Kerja sama sister city antara Kota Surabaya dan Guangzhou di China telah dimulai sejak 2005. Berbagai bidang dijajaki dalam kerja sama tersebut.

Antara lain ekonomi dan perdagangan, kesehatan, hingga yang terbaru adalah transportasi dan lingkungan hidup. Kota lain dari Tiongkok yang melakukan kerjasama adalah Kota Kunming dan Xiamen.

Sebelumnya, Risma juga menerima bantuan berupa satu set mesin PCR dari PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna).

Risma mengatakan, bantuan ini diharapkan mempercepat pemeriksaan sampel usap (swab test) terhadap masyarakat yang diduga terpapar Covid-19.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menambahkan, saat ini banyak warga yang terpaksa menjalani isolasi selama satu minggu, atau lebih, setelah dinyatakan reaktif Covid-19 melalui pemeriksaan cepat atau rapid test. 

Waktu isolasi yang lama disebabkan banyaknya antrean sampel usap karena Pemkot Surabaya memiliki keterbatasan mesin PCR beserta kelengkapannya. Selama proses isolasi, selain tidak dapat bekerja, mereka juga kerap mendapatkan stigma negatif dari masyarakat.

“Maka itu, saya berterima kasih kepada Sampoerna, yang sudah memberikan banyak bantuan kepada kami di Surabaya. Mudah-mudahan, peralatan ini bisa langsung kita gunakan. Kami memang menunggu (peralatan ini),” ujar Risma.

Seusai serah terima bantuan, mesin PCR tersebut langsung dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jalan Gayungsari, Surabaya untuk segera dipasang.

Dalam berbagai kesempatan, Risma juga mengutarakan bahwa Pemkot Surabaya kesulitan untuk mendapatkan berbagai alat pemeriksaan Covid-19.

Dia berharap, dengan adanya bantuan dari Sampoerna, warga Surabaya yang sesungguhnya tidak terpapar corona dapat segera beraktivitas kembali untuk mencari nafkah. (goek)

rekening gotong royong