Pemerintah Bebaskan Tarif Tol Suramadu bagi Pemotor

pdip jatim - presiden jokowi resmikan tol PandaanPASURUAN – Presiden Joko Widodo mengumumkan penurunan tarif tol selama H-10 dan H+5 Lebaran tahun 2015. Jokowi juga mengumumkan pembebasan tarif tol Jembatan Suramadu khusus motor yang mulai berlaku Sabtu (13/6/2015) pukul 00.00 WIB.

Kebijakan pemerintah itu disampaikan Jokowi saat meresmikan pengoperasian jalan tol Gempol-Pandaan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (12/6/2015). “Penurunan tarif tol sebesar 25% – 35%,” kata Jokowi.

Selain mengurangi kemacetan di jalan raya pada masa yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik dan balik ini, penurunan tarif tol itu untuk meringankan beban pemudik, membagi kegembiraan bersama, dan menekan biaya distribusi logistik bahan pokok menjelang dan sesudah Lebaran.

Sedang kebijakan membebaskan tarif bagi kendaraan roda di Suramadu, untuk mendukung mobilitas masyarakat dari Pulau Jawa ke Pulau Madura dan sebaliknya. Presiden minta baik masyarakat Surabaya maupun Madura untuk memanfaatkan pembebasan biaya ini, sekaligus juga minta agar masyarakat di kedua wilayah tersebut memelihara Jembatan Suramadu dengan sebaik-baiknya.

Dalam sambutan peresmian jalan tol Gempol – Pandaan, Jokowi mengemukakan, saat ini konektivitas menjadi hal penting untuk melakukan percepatan khususnya, dalam pembangunan jalan tol. Menurutnya, jalan tol ini nantinya akan melayani bukan hanya pergerakan manusia tapi juga barang.

Kader PDI Perjuangan ini berharap, pada 2018 nanti seluruh tol di Jawa dapat tersambung. “Hal ini akan menumbuhkan produktivitas dan ekonomi rakyat,” jelasnya.

Dia mengaku senang, karena pembangunan jalan tol Gempol – Pandaan melibatkan pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta.

Pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer total biaya investasinya mencapai Rp 1,472 triliun. Pengusahaan jalan tol Gempol-Pandaan dilakukan oleh PT Jasamarga Pandaan Tol yang pemegang sahamnya terdiri dari PT Jasa Marga (Persero) sebesar 78,58%, PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan sebesar 11,48%, dan PT Margabumi Matraraya sebesar 9,58%. (goek)