Pembentukan Karakter Pancasila Sejak Dini Dinilai Penting

BLITAR – Anggota MPR dari Fraksi PDI Perjuangan menilai penting implementasi Kurikulum 2013 tentang Pembentukan Karakter Berbasis Pancasila sejak PAUD.

“Pancasila menanamkan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan Revolusi Teknologi 4.0  yaitu toleransi, kolaborasi, inovasi, plus spiritualitas,” kata Eva Sundari, Kamis.

Hal itu dia sampaikan saat Sosialisasi 4 Pilar untuk para bunda PAUD di Blitar. Sosialisasi diikuti 350 peserta tersebut diorganisir Paguyuban Bunda PAUD Blitar yang diketuai Bunda Farida.

Erma Susanti, pengamat pendidikan karakter dari Woman and Youth Development Institute (WYDI) yang juga narasumber di acara tersebut meyakinkan bahwa masa emas pembentukan karakter adalah saat PAUD karena jiwa anak-anak masih polos.

“Keberhasilan Project Character and Nation Building bangsa ini terletak di tangan para bunda PAUD. Integrasi nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum pendidikan dan pengajaran di PAUD merupakan kuncinya,” jelas Erma Susanti.

Pada sesi akhir, para peserta dibagi menjadi 10 kelompok untuk mendiskusikan praktik pengintegrasian nilai-nilai per sila dari Pancasila ke dalam kurikulum PAUD. Setiap kelompok kemudian menunjuk jubir untuk presentasi hasil diskusi kelompok di pleno.

Bunda Puji Rahayu, salah satu jubir dengan antusias memaparkan hasil diskusi untuk mengintegrasikan nilai-nilai sila 5 yaitu Keadilan Sosial. “Kita akan mengajari anak-anak untuk membuat donat secara berkelompok dan menjualnya kepada para orang tua,” jelas Bunda Rahayu.

Dalam project pembuatan donat secara berkelompok, anak-anak diajari untuk produktif sekaligus gotong royong. Hal ini bisa menjawab salah satu indikator dari sila 5 yaitu mengembangkan usaha bersama dengan semangat tolong-menolong.

Salah satu usulan project yang lain untuk mengintegrasikan nilai-nilai dari Keadilan Sosial misalnya membangun rumah balok secara kelompok agar anak belajar tentang kepentingan bersama dan tidak egois.

Terkait hal ini Prof Zainudin, Rektor Univ Nahdatul Ulama Blitar menyampaikan kelegaan, “Alhamdulillah, sesi diskusi kelompok membantu para bunda PAUD untuk melaksanakan tugas membangun karakter siswa dengan berorientasi pada kepribadian Pancasila. Sesi praktek ini amat bermanfaat bagi para peserta,” ucapnya.

Pengamatan Prof Zainudin tersebut dikonfirmasi para peserta, mereka mengaku mendapat perspektif baru soal Pancasila setelah disediakan alat untuk berpraktik.

Adanya list indikator-indikator dari tindakan-tindakan yang diturunkan dari nilai-nilai Pancasila sangat menolong mereka untuk merencanakan kegiatan-kegiatan pengajaran untuk membangun karakter di PAUD. (guh)