PDIP Puji Kemajuan Diplomasi Perlindungan TKI Saudi

pdip-jatim-dpln-saudi-bertemu-kemenluJEDDAH – Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Saudi Arabia mengapresiasi kemajuan diplomasi pemerintah Indonesia, khususnya terkait advokasi tenaga kerja Indonesia (TKI), di Saudi Arabia.

Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia Rofiq Sunaryo Absa mengatakan, Kementerian Luar Negeri RI di bawah kepemimpinan Retno Marsudi banyak kemajuan diplomasi yang telah dicapai.

“Harus kita mengakui, kesepakatan yang baru saja terjalin antara Indonesia dan Saudi Arabia dalam hal advokasi TKI, adalah kesuksesan awal yang pada era sebelumnya belum terjadi,” kata Rofiq, kemarin.

Pernyataan ini disampaikan Rofiq, usai mengikuti pertemuan antara pejabat Kemenlu RI dengan sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan, di kantor KJRI Jeddah, Selasa (15/3/2016).

Selain perwakilan dari PDI Perjuangan, turut hadir perwakilan dari organisasi kemasyarakatan seperti Pospertki, BMI, Formida, GP Ansor, Pion, Persatuan Universitas Terbuka, Garda BMI, dan lainnya.

Rofiq menambahkan, DPLN PDI Perjuangan Saudi Arabia juga mengapresiasi KJRI Jeddah di bawah kepemimpinan Konjen Dharmakirty Syailendra Putra. Sebab, ungkapnya, banyak perubahan positif, baik dari segi pelayanan maupun perlindungan.

Dalam acara tatap muka tersebut, para perwakilan partai politik dan organisasi kemasyarakatan diberi kesempatan untuk berdiskusi dan melaporkan seputar permasalahan WNI/TKI di Saudi Arabia.

Pada kesempatan itu, Direktur Perlindungan WNI/BHI Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal mengungkapkan, pemerintah Indonesia dan Saudi Arabia sepakat melakukan pertemuan rutin dua kali dalam setahun. Pertemuan tersebut sebagai peningkatan perlindungan dan menuntaskan permasalahan yang dialami WNI/TKI di Saudi Arabia.

Iqbal juga mengungkapkan adanya beberapa kesepakatan saat bertemu Wakil Menteri Dalam Negeri Saudi Arabia pada Senin (14/3/2016). Di antaranya, ada titik terang mengenai WNI Overstayer yang pada saat program pemulangan tahun kemarin tidak lulus, karena belum di-balag hurub (dilaporkan kabur) oleh majikannya.

“Pemerintah Indonesia juga mengajukan untuk dapat membuka kantor kekonsuleran di beberapa kota Saudi Arabia seperti Madinah dan lainnya,” kata Iqbal.

Menurut dia, ada peningkatan hubungan baik antara Indonesia dan Saudi Arabia. Raja Saudi Arabia pun memuji warga Indonesia, selain itu untuk pertama kalinya seorang raja menjemput langsung dalam pesawat di saat Presiden Joko Widodo berkunjung ke Saudi Arabia.

Sejarah lainnya yaitu untuk pertama kalinya Menteri Luar Negeri RI diterima Raja Saudi Arabia langsung hingga 3 atau 4 kali saat berkunjung. Begitu juga sebaliknya, Menteri Luar Negeri Saudi Arabia yang sudah beberapa kali berkunjung ke Indonesia.

“Hal ini terjadi di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Retno Marsudi selaku Menteri Luar Negeri RI,” ungkapnya.

Dia juga menilai adanya perubahan positif dalam Pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia seputar perlindungan terhadap TKI. Perubahan ini tak lepas dari adanya penghentian penempatan TKI sektor rumah tangga ke Timur Tengah yang diberlakukan Indonesia. (goek)