PDIP Kota Malang Siapkan Pakta Integritas untuk Bacaleg

MALANG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang bakal mengumpulkan 45 bakal calon anggota legislatif (caleg) yang akan mengikuti Pemilu Legislatif 2019. Para caleg ini akan menandatangani pakta integritas yang disiapkan PDIP Kota Malang.

Pakta integritas tersebut berisi komitmen untuk mencegah terulangnya perbuatan yang dilakukan anggota DPRD Kota Malang sebelumnya.

Ketua DPC PDIP Kota Malang I Made Rian Kartika mengatakan, dalam pakta integritas tersebut dijelaskan bahwa para bacaleg siap mengundurkan diri dari keanggotaan partai jika dalam proses sebagai caleg ataupun ketika sudah menjadi anggota DPRD tersangkut masalah hukum atau melakukan pelanggaran.

“Jadi mereka harus menyatakan siap mundur dari keanggotaan partai jika tersangkut masalah. Sehingga ini akan mempermudah semuanya jika memang nantinya yang bersangkutan mengalami masalah,” kata Made Rian, kemarin.

Pembuatan pakta integritas ini juga sebagai upaya dari DPC PDIP Kota Malang untuk antisipasi agar masalah yang sama tak terulang kembali. Selain itu, untuk mempermudah partai dalam melakukan mekanisme pemberhentian jika nantinya ada pelanggaran yang dilakukan kader.

Sebab, tanpa adanya pakta integritas, partai tak bisa seenaknya melakukan pemberhentian terhadap anggota. Hal itu rawan menjadi gugatan dan menimbulkan polemik di internal partai yang justru memperburuk citra partai.

“Untuk pemilihan mendatang, kami sudah komitmen semua bacaleg harus tanda tangan pakta integritas. Pakta integritas itu akan berlaku jika kader melakukan pelanggaran indisipliner, tidak mematuhi AD-ART partai ataupun pelanggaran lainya seperti korupsi yang bisa mencemarkan nama baik partai,” jelas dia.

Di sisi lain, DPC PDIP Kota Malang tetap menargetkan raih kursi maksimal di Pileg 2019 yaitu 15 kursi. Seperti diketahui pada pemilihan umum tahun 2014 lalu, PDIP kota Malang berhasil mendapatkan 11 kursi untuk DPRD Kota Malang.

“Paling tidak kami harus bisa mempertahankan 11 kursi untuk pileg mendatang. Tetapi target maksimal tetap 15 kursi,” ujarnya. (goek)