PDIP Kota dan Kabupaten Probolinggo Tegak Lurus Menangkan Gus Ipul-Azwar Anas

PROBOLINGGO – Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo H Haris Nasution menegaskan, semua elemen Partai setempat sudah siap memenangkan pasangan cagub-cawagub Saifullah Yusuf (Gus Ipul) – Abdullah Azwar Anas.

Menurut Nasution, rekomendasi dari pusat atas pasangan Gus Ipul – Azwar Anas harus diamankan dan dimenangkan pada Pilgub Jatim 2018.

“Keputusan itu sifatnya tegak lurus, dan kami di Kota Probolinggo tunduk patuh pada keputusan tersebut. Kami sangat yakin, di pilgub kita akan menang,” kata Nasution, Senin.

Saat bersafari silaturahmi di kawasan tapal kuda, Minggu (5/11/2017) sekitar pukul 19.30 WIB, Anas mengunjungi kantor DPC PDI Perjuangan Kota Probolinggo di Jalan Brantas.

Kedatangan bacagub yang juga Bupati Banyuwangi ini dinilai Nasution sebagai contoh politik yang santun. “Datang silaturahmi dengan membawa oleh-oleh untuk dimakan bersama. Ini mampu menyambung persaudaraan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, apa yang dilakukan Anas merupakan tradisi masyarakat Jawa Timur. “Ini sangat Jawa Timur. Datang bertamu untuk menjalin silaturami. Inilah yang harus dilakukan oleh pemimpin,” tandasnya.

Senada, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo Timbul Prihanjoko menegaskan, dia dan jajaran pengurus serta semua elemen Partai sudah berkomitmen tegak lurus dengan putusan partai.

“Wajib hukumnya bagi seluruh kader partai memperjuangkan untuk memenangkan pasangan Gus Ipul-Anas. Untuk ini, dibutuhkan kerja keras dan kompak semua pengurus dan elemen, serta terus berkoordinasi,” kata Timbul.

Politisi yang juga Wakil Bupati Probolinggo ini menyebut Gus Ipul-Anas sebagai pasangan ideal.

Sementara itu, Azwar Anas kepada wartawan mengatakan, selain silaturahmi, kedatangannya bertemu dengan jajaran pengurus PDI Perjuangan, untuk merancang kampanye inspiratif.

Pihaknya membicarakan bagaimana kampanye yang inspiratif dan kreatif dengan tidak menjelek-jelekkan pihak lain.

Menurutnya, saat ini masyarakat tidak menginginkan kampanye yang mengarah ke fitnah dan tak santun. Tapi lebih ke kegiatan menarik sehingga menjadi perhatian orang banyak. Sekarang ada paradigma baru.

“Trennya yaitu ‘good news is good news’, bukan lagi ‘bad news is good news’. Karena itulah pentingnya didiskusikan untuk merancang kampanye inspiratif,” jelas Anas.

Informasi yang disampaikan, kata dia, juga akan dibentuk menyejukkan, sehingga mudah dibaca dan dimengerti. Bukan berita hoax alias bohong yang justru akan ditinggalkan.

Selain itu, pihaknya juga melakukan diskusi singkat untuk mendengarkan harapan kader partai setempat, sekaligus menyerap aspirasi tentang kondisi kesejahteraan rakyat. (goek)