oleh

PDIP Kabupaten Malang Bantu Sembako Mahasiswa NTT dan Papua

MALANG – Akibat pandemi virus corona atau covid-19 membuat mahasiswa rantau dari beberapa Universitas di Malang tidak bisa pulang ke daerah asalnya. Meski kegiatan perkuliahan kini berlangsung online, mereka hanya bisa berdiam diri di kos-kosan dan asrama.

Di antara mereka yang kerja di warung kopi pun terpaksa dirumahkan sehingga tidak mempunyai penghasilan.

Sebagian orangtua mereka juga terdampak covid-19, sehingga uang kiriman untuk makan, beli kuota untuk kuliah online dan lain-lainnya terpaksa dipotong. Selain itu, tidak sedikit dari mahasiswa perantau yang kesulitan memenuhi kebutuhan makanan.

Untuk memastikan kondisi mereka, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto mengunjungi para mahasiswa rantau tersebut. Kunjungan Didik juga untuk mengecek ketersediaan bahan pangan yang dimiliki mahasiswa.

Beberapa lokasi yang dikunjunginya yaitu Asrama Mahasiswa NTT dan Papua yang ada di Kabupaten Malang.

“Kami dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang ingin berbagi meski tidak banyak, di tengah pandemi ini. Disini ada satu kuintal beras, mie instan, semoga ini cukup membantu selama keuangan adek-adek dari orangtua tersendat,” ujar Didik, saat mengunjungi asrama mahasiswa NTT di Kecamatan Dau, Kamis (30/4/2020).

Pria yang menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang itu juga mengimbau kepada mahasiswa perantau untuk memperhatikan saran dan imbauan dari pemerintah. Wajib memakai masker, terapkan physical distancing dan cuci tangan.

“Ini sudah menjadi kewajiban kita untuk berbagi, sebagai suatu kesatuan, karena Indonesia itu berbhineka tunggal ika, tidak mengenal warna kulit, ras dan agama yang memang sudah diajarkan Bung Karno yang hari ini dengan Pancasilanya. Semoga adek-adek tetap menjaga kesehatan, tetap melakukan sosial distancing, pakai masker dan cuci tangan,” tuturnya.

Dia juga berpesan dengan tercukupinya kebutuhan pangan mereka dapat belajar dengan nyaman dan bisa mendoakan orangtua.

“Adik-adik saat ini beradaptasi dengan lingkungan berbeda, jadi harus bisa membagi dan mengatur keuangan. Kalau ada kiriman uang bukan untuk berpesta ria. Hari ini kita harus berubah. Harapan orang tua adek-adek pulang ke rumah membawa ilmu. Ilmu bermanfaat untuk diri sendiri, orang tua, dan negara. Jadi itu pesen saya,” ujar Didik.

Perwakilan mahasiswa NTT, Yuventus Mano mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Didik Gatot Subroto dan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Menurutnya, bantuan ini adalah yang pertama kalinya yang menyentuh pihak mahasiswa perantau. Karena sampai saat ini belum ada bantuan yang tersentuh kepada mahasiswa perantau.

“Semoga bantuan dan kegiatan ini bisa berlanjut ke mahasiswa perantau lainnya yang belum tersentuh dan semoga teman-teman disini bisa dilibatkan,” ujarnya.

Mahasiswa asal Atambua, Kabupaten Belu itu juga memberikan pesan kepada orangtuanya agar tidak perlu khawatir. Karena kebutuhan pangan sudah tercukupi untuk beberapa bulan kedepan.

Ia menceritakan bahwa beberapa bulan ini selama pandemi corona kondisi keuangan orangtuanya di NTT ikut terdampak. Orangtuanya yang kesehariannya bertani mengalami kerugian karena harga pasaran turun, sehingga kiriman mereka untuk mencukupi kebutuhan di Malang tersendat.

“Buat orangtua kami tenang saja disana, kita sudah diperhatiakn DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang. Untuk sembako kami sudah dipenuhi,” papar Yuventus Mano sambil tersenyum bahagia. (her)

rekening gotong royong