PDIP Jombang Bertekad Ambil Alih Kepemimpinan

JOMBANG — PDI Perjuangan bertekad mengambil alih kembali kepemimpinan di Kabupaten Jombang melalui Pilkada 2018. Keinginan kuat itu bakal dilakukan seluruh kader PDI Perjuangan setempat yang siap berjibaku untuk merebut kembali kursi Bupati dan Wakil Bupati Jombang.

Di Pilbup 2018, PDI Perjuangan Jombang mengusung Kombes Syafi’in-Choirul Anam sebagai pasangan calon bupati-calon wakil bupati. Pasangan yang juga didukung PBB dan PKPI ini mendaftar di KPU setempat, Rabu (10/1/2018).

Ketua Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Jombang Cakup Ismono mengatakan, mengambil alih kepemimpinan Jombang adalah sebuah keharusan. Ini terkait visi-misi Partai, di antaranya membenahi berbagai sektor kehidupan.

Menurutnya, kondisi Jombang sekarang semakin timpang. “Kondisi Jombang sekarang semakin timpang. Di sektor ekonomi masyarakat kecil kian terpinggirkan,” kata Cakup Ismono, dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (12/1/2018).

Dia menambahkan, potensi Jombang tidak tergali dengan baik, salah satunya sektor pertanian. Jombang sebagai penyangga pangan Indonesia bagian timur, ungkapnya, sekarang tidak maksimal dan nasib petani masih terseok-seok.

Di sisi lain, tambah Cakup, nasib usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kian termarginalkan.

“Akses permodalan mereka harus dipermudah, berikan  pembinaan dalam arti peluang pasar, karena mereka terdesak oleh tumbuh pesatnya pasar modern. Harus ada proteksi atau perlindungan bagi mereka,” kata Cakup.

Sebelum didaftarkan ke KPU Jombang, PDIP setempat menggelar rapat kerja cabang khusus (rakercabsus) diikuti seluruh pengurus. Rakercabsus disusul deklarasi pasangan calon dengan partai koalisi.

Rakercabsus, jelas Cakup, akan dilanjutkan dengan raker ancabsus ke 21 pengurus anak cabang (PAC) PDIP se-Kabupaten Jombang.

“Setelah itu calon diberi akan anjangsana ke mana saja, termasuk ke masyarakat, tokoh agama berdasarkan visi misinya,” tambah Cakup.

Pihaknya yakin, dengan kemenangan Syafi’i-Choirul (Syahrul), maka Jombang akan menjadi daerah yang adil, makmur dan sejahtera bagi rakyatnya.

“Inilah yang diinginkan PDI Perjuangan, dan ini pula yang diinginkan warga Jombang,” ujarnya.

Bicara soal Kombes Syafi’i, Cakup optimis sosok baru ini akan mudah menata kembali Jombang. Apalagi yang bersangkutan memiliki background anggota Polri dengan tingkat kedisiplinan tinggi.

Di samping itu, Gus Syaf, panggilan akrab Kombes Syafi’i, jelas Cakup, adalah sosok yang dekat dengan ulama pesantren.

“Beliau juga santri, dekat dengan kalangan pesantren, dari Tebuireng, Tambakberas, Denanyar, Rejoso sosoknya sudah tidak asing. Dengan begitu Gus Syaf bisa menggerakkan potensi yang ada, sehingga Jombang sebagai daerah nasionalis-religus bisa optimal memberikan perlindungan kepada rakyatnya,” tuturnya. (goek)