oleh

PDIP Jatim Targetkan Menang di 12 Pilkada

SURABAYA – Jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengunjungi beberapa kantor media nasional di Surabaya, pada Kamis (14/7/2017) dan Jumat (14/7/2017).

Selain bersilaturahmi, penguru DPD PDIP Jatim juga menjelaskan persiapan menghadapi agenda pemilu, baik pilkada, pileg, maupun pilpres.

Misalnya, agenda pemilu kepala daerah (pilkada) 2018 yang berlangsung serentak. Di Jatim, pada Pilkada 2019 akan berlangsung di 18 kabupaten/kota, serta Pilgub Jatim.

Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, pihaknya menargetkan dapat memetik kemenangan di 12 pilkada kabupaten/kota serta Pilkada Jatim.

“Kami optimis untuk menargetkan 12 daerah plus satu pilgub dapat menang,” ujar Kusnadi, Jumat.

Dua belas daerah tersebut adalah Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Bondowoso, Kota Kediri, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, kabupaten Lumajang, Kabupaten Magetan, Mojokerto dan Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan enam daerah yang di luar target kemenangan PDIPadalah kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, dan Kota Malang.

Terkait figur yang akan dipilih untuk masing-masing daerah, PDIP dapat memilih kadernya sendiri maupun menerima masukan kader dari eksternal. Untuk saat ini, di masing-masing daerah sedang melakukan penjaringan kandidat.

Di Pilgub Jatim, Kusnadi termasuk salah satu kandidat yang mendaftar dan mengembalikan formulir sebagai bakal cawagub bersama tiga kandidat lainnya. Yakni Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Budi Sulistyono (Bupati Ngawi), dan Suhandoyo (anggota FPDIP DPRD Jatim).

Sedangkan, di pendaftaran bakal calon Gubernur hanya terdapat nama Saifullah Yusuf (Wakil Gubernur Jatim) yang merupakan satu-satunya kandidat pendaftar sekaligus mengembalikan formulir.

“Sebenarnya ada nama Said Abdullah (anggota FPDIP DPR RI) yang mendaftar, tapi beliau tidak mengembalikannya. Kemudian, nama-nama usulan DPC-DPC yang tidak didaftarkan pun tetap kami catat dan dilaporkan ke pusat,” ujar Kusnadi. (goek)

rekening gotong royong