PDIP Jatim Ajak Kader Muda Dukung Kampanye Positif

MALANG – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Sri Untari Bisowarno menyerukan kader-kadernya untuk ikut memarakkan kampanye positif via sosial media untuk pasangan bakal cagub-cawagub Saifullah Yusuf – Azwar Anas.

Menurut Untari, kader kader muda PDI Perjuangan sudah banyak yang merupakan partisipan aktif di sosial media.

“Karena itu, kami menyerukan kader muda PDIP di  daerah-daerah untuk mendukung dan ikut berpartisipasi aktif dalam kampanye positif pasangan Jatim Puas,”  kata Sri Untari, Minggu (5/11/2017).

Soal mengapa kader PDIP harus ikut berpartisipasi, menurut Untari, hal ini bertujuan pada dua aspek penting.

Pertama, meningkatkan dukungan pada pasangan Jatim Puas dari generasi milenial yang rutin menggunakan sosmed sebagai sarana menggali informasi sehari-hari.

Kedua, kader muda PDIP Jatim bisa terlibat aktif untuk mencegah kampanye tidak sehat dan antisipasi berita Hoax di sosial media seperti yang terjadi di Pilkada DKI sebelum ini.

“Berita hoax dan isu sara di sosial media akan mendorong situasi kampanye yang tidak sehat di Pemilihan Gubernur Jatim, serta dapat mengancam disintegrasi atau perpecahan di antara masyarakat Jatim sendiri, itu wajib diantisipasi,” papar politisi asal Malang ini.

PDIP Jatim akan selalu mendukung segala upaya menciptakan situasi Jatim yang lebih kondusif jelang maupun saat Pemilihan Gubernur nantinya. Termasuk segala jenis percakapan dan komunikasi via sosial media.

“Kami akan senantiasa mendukung dan bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat di Jatim untuk menciptakan Pilkada Jatim yang kondusif dan jauh dari segala bentuk Isu sara,” urai Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim ini.

Selain itu, lanjut Untari, dalam membekali kampanye positif via sosial media ini, PDIP Jatim sudah menyiapkan agenda pelatihan kampanye positif sosial media yang akan dilakukan di seluruh DPC Se-Jawa Timur yang diikuti oleh seluruh kader kader muda yang merupakan partisipan aktif sosial media.

“Kader muda nantinya akan menjadikan sosial media sebagai wadah dan sarana menyerap aspirasi masyarakat secara langsung termasuk juga sarana menerima kritik dan saran yang membangun untuk PDI Perjuangan,” pungkasnya. (ven)