PDIP Berduka atas Meninggalnya Nazaruddin Kiemas, Pejuang Generasi Muda

JAKARTA – PDI Perjuangan sedang berduka atas meninggalnya Nazaruddin Kiemas, adik kandung mendiang Taufik Kiemas yang merupakan suami Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Nazaruddin Kiemas tutup usia pada Selasa (26/3/2019).

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Nazaruddin merupakan politisi senior yang memiliki semangat perjuangan untuk generasi muda Indonesia.

“Terbukti beliau hadir sebagai Ketua Umum Banteng Muda Indonesia (BMI) dan dari kepemimpinannya BMI tampil sebagai organisasi sayap partai yang aktif bergerak, dinamis, dan maju di dalam menyiapkan dan mendidik generasi muda Indonesia agar memiliki kesadaran dalam politik dengan bergabung ke PDI Perjuangan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis kepada media, Rabu (27/3/2019).

Nazaruddin lahir pada 25 Januari 1949. Hasto mengatakan saat itu merupakan puncak revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurut Hasto, Nazaruddin meyakini semangat juangnya tumbuh seiring dengan momentum yang terjadi pada hari kelahirannya itu.

Nazaruddin aktif di Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1979. Nazaruddin juga dikenal sebagai anggota DPR sejak tahun 2004 yang memiliki basis teritorial solid.

“Kentalnya dunia aktivis sejak mahasiswa inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Ibu Megawati Soekarnoputri memercayakan BMI dipimpin Bang Udin (sapaan Nazaruddin),” ujar Hasto.

PDI Perjuangan, tambah Hasto, memberi penghormatan kepada almarhum yang konsisten dalam kaderisasi kepemimpinan.

“Selamat jalan Bang Udin, semangat muda dan api perjuanganmu akan terus bergelora,” ucap dia.

Sementara itu, di sekitar Gedung DPR, Rabu (27/3/2019), karangan bunga menghiasi pintu masuk menuju Gedung Nusantara DPR atau yang lebih dikenal Gedung Kura-Kura.

Selain dari anggota DPR lainnya, mayoritas karangan bunga tersebut berasal dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR.

Di antaranya yakni Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon, anggota Komisi XI Hendrawan Supratikno hingga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (goek)