PDI Perjuangan Undang Jokowi-JK Hadiri Kongres Bali

pdip jatim - jokowi mega tjahjo puan di rakernas semarangJAKARTA – PDI Perjuangan mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk menghadiri Kongres IV di Bali, 9-12 April depan. Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan di kompleks parlemen, Senayan, Senin (30/3/2015).

Menurut Trimedya, Jokowi bakal menghadiri kongres tersebut. “Dia kan kader partai taat asas. Tak mungkin Jokowi tak hadir di hajatan sekelas kongres,” katanya.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, Kongres IV akan lebih fokus pada pematangan program serta sikap politik partai. Sedang untuk posisi ketua umum, Kongres IV tinggal menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri memimpin PDI Perjuangan sampai 2020.

Penetapan kembali Megawati sebagai ketua umum, jelas Hasto, karena hal itu sudah menjadi rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Semarang tahun lalu, serta menjadi rekomendasi konfercab dan konferda PDI Perjuangan seluruh Indonesia.

“Itu adalah tradisi demokrasi ala PDI Perjuangan, musyawarah mufakat. Maka kongres akan tetapkan Ibu Mega sebagai ketum,” kata Hasto di Jakarta, Minggu (30/3/2015).

Di tempat sama, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengungkapkan, pengurus di daerah serta arus bawah dalam Rakernas Agustus 2014 lalu, sudah diputuskan dua hal penting.

Yakni, PDI Perjuangan sebagai partai pendukung pemerintah, karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) didukung PDI Perjuangan. Terlebih Jokowi kader PDI Perjuangan. Kedua, menyangkut ketua umum dalam rakernas itu semua setuju dan mendukung Megawati kembali memimpin PDI Perjuangan untuk periode 2015-2020.

“Kader itu melihat secara realistis bahwa partai ini solid dipimpin Mbak Mega. Juga faktanya di pemilu dan pilpres, PDI Perjuangan menang. Kalau kita lihat dengan data dan bukti, dengan Mbak Mega bisa menang pileg dan pilpres,” jelas Ara, sapaan Maruarar.

Jadi, kata Maruarar, kader dan pengurus PDI Perjuangan tidak asal mendukung. Tapi juga melihat evaluasi dengan ukuran berkualitas dan terukur. (pri/*)