“PDI Perjuangan Tetap Bekerja di tengah Rakyat”

Jokowi-capres di Marunda 1503WAKIL Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, hasil survei Roy Morgan memberi energi positif bagi partai untuk memenangkan pemilu. Rilis survei Roy Morgan menunjukkan elektabilitas Joko Widodo dan PDI Perjuangan naik 10% pasca penetapan capres, sementara capres lain turun.

“Apapun hasil survei, PDI Perjuangan tetap bekerja di tengah rakyat. Survei ini memberikan energi positif bagi PDI Perjuangan dan simpatisan untuk menggunakan waktu tersisa bekerja sebaik-baiknya,” kata Hasto, Rabu (2/4/2014).

Menurut Hasto, kompetisi Pemilu 2014 sangat ketat, dan PDI Perjuangan tak ingin terbuai dengan hasil survei. PDI Perjuangan, katanya, masih fokus berusaha merebut suara pemilih yang pasif dan belum menentukan pilihan.

Dia juga memaparkan, hasil survei itu tak bisa dilepaskan dengan desain deklarasi Jokowi sebagai capres PDI Perjuangan yang diputuskan Maret lalu. Sesaat pasca deklarasi, jelasnya, sosial media ramai dengan #JKW4P dan magnet Jokowi makin kuat.

“Bahwa setelah diumumkan ada kenaikan PDI Perjuangan dan Jokowi, memang desainya seperti itu, meski akhirnya rakyat yang menentukan,” ucap Hasto.

Roy Morgan merilis hasil survei elektabilitas Jokowi melonjak tajam setelah ditetapkan sebagai capres. Kenaikan elektabilitas juga dialami PDI Perjuangan, yakni naik 10 persen menjadi 37 persen.

Dengan elektabilitas demikian besar, Direktur Utama Roy Morgan Research, Ira Soekirman menilai PDI Perjuangan tak memerlukan dukungan partai-partai besar, dan bisa dengan leluasa memilih partner koalisinya.

“Dengan elektabilitas itu, PDI Perjuangan tidak perlu menggandeng yang gede, yang kecil-kecil juga bisa,” ujar Ira kepada wartawan usai rilis hasil survei di Menara Jamsostek, Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (2/4/2014).

Ada dua periode survei, pertama digelar pada 1-13 Maret 2014, sebelum Jokowi ditetapkan sebagai capres pada 14 Maret. Survei melibatkan 2.300 responden berusia 17 tahun ke atas dari 34 provinsi Indonesia.

Survei kedua digelar pada 15-30 Maret 2014, pasca penetapan Jokowi. Melibatkan 1.965 responden berusia 17 tahun ke atas dari 34 provinsi Indonesia. Metode survei wawancara tatap muka. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 1%. (pri)