PDI Perjuangan Jatim Sumbang 1 Ton Beras untuk Korban Bencana di Yogya

YOGYA – PDI Perjuangan Jawa Timur menyalurkan 1 ton beras ke Posko Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sabtu, (2/12/2017).

Bantuan kemanusiaan ini untuk membantu sesama yang tengah menghadapi bencana akibat Badai Siklon Tropis Cempaka di wilayah Yogya.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari mengatakan, bantuan beras ini sebagai wujud kebersamaan, solidaritas dan gotong royong kader dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim.

“Sebutir beras di situasi bencana begini sangat bermakna bagi yang tertimpa musibah,” kata Sri Untari.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menambahkan, kondisi perubahan iklim sekarang menunjukkan alam sedang tidak bersahabat.

Namun PDIP Jawa Timur tetap menjalin relasi dengan harapan semua bisa lebih baik ke depan dan bantuan yang diserahkan dapat meringankan beban para korban bencana alam.

“Yogya jadi permata hati, saudara, semoga bantuan ini Insya Allah bermanfaat. Ini bentuk gotong royong kami dari DPD dan Fraksi PDIP Jatim,” terangnya.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Bambang Praswanto, didampingi beberapa pengurus harian PDIP DIY, menyatakan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Jawa Timur.

Dia berharap, bencana dapat segera ditangani sehingga kondisi dapat segera pulihs eperti sedia kala. Semua elemen masyarakat bergerak saat terjadi bencana tanpa melihat latar belakang partai politik.

Semua wilayah di DIY, di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul dan Yogyakarta terdampak siklon Cempaka berupa kejadian banjir dan tanah longsor.

Akibat bencana tersebut, sejumlah infrastruktur seperti jembatan, rumah rusak dan ribuan warga terpaksa harus mengungsi karena kerusakan hunian.

“Kita berharap semua tertangani dengan baik, penanganan bisa berjalan sesuai dengan kebutuhan para korban,” harapnya.

Sedang Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menambahkan koordinasi dengan Pemda dalam hal ini BPBD DIY berjalan baik. “Gubernur sudah menetapkan tanggap darurat sampai dengan 14 Desember 2017,” kata legislator dari PDI Perjuangan ini.

Pihaknya mendukung Pemda menggerakkan SDM birokrasi, alat dan perlengkapan serta dukungan anggaran untuk menyelesaikan masalah akibat bencana alam beberapa waktu yang lalu.

“Ayo kerja keras, gotong royong dan bangkit bersama. Kita percaya Jogja tangguh karena punya semangat gotong royong,” ujarnya. (goek)