PDI Perjuangan Jatim Akan Bangun Koalisi dengan Semua Parpol

pdip jatim - KusnadiSURABAYA – PDI Perjuangan Jawa Timur akan membangun kerja sama dengan semua partai politik, terutama dalam pemilu kepala daerah (pilkada). Koalisi tersebut tidak hanya dengan parpol pengusung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagaimana dalam Pemilu Presiden 2014.

“PDI Perjuangan tidak akan mengusung koalisi dalam pilpres lalu di DPRD Jatim. Tapi bagaimana PDI Perjuangan membangun koalisi dengan semua partai, khususnya dalam pilkada nanti demi memberikan kemenangan,” kata Sekretaris PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, Kamis (28/8/2014).

Apalagi, lanjut Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim tersebut, DPP PDI Perjuangan memberi kelonggaran kepada PDI Perjuangan di daerah dalam menghadapi pilkada misalnya, untuk berkoalisi dengan semua partai yang tentunya dengan harapan meraih kemenangan.

Dia menguraikan, bisa saja ketika pilkada ada di wilayah tapal kuda, PDI Perjuangan menggandeng PKB. Pun bisa saja suatu saat di wilayah mana, PDI Perjuangan berkoalisi dengan Partai Golkar, atau juga di tempat lain berkoalisi dengan Demokrat.

“Hal itu wajar-wajar saja, yang terpenting PDI Perjuangan disini dapat meraih kemenangan,” ujar Kusnadi.

Soal koalisi permanen seperti yang dikembangkap Koalisi Merah Putih pendukung Prabowo-Hatta, pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Teguh Yuwono menilai tidak ada koalisi permanen dalam perpolitikan karena koalisi dibangun atas dasar kepentingan.

“Yang ada dalam politik itu kepentingan permanen. Kepentingan mendapatkan kekuasaan, kalau kepentingannya sama jadi kawan, kalau kepentingannya beda bisa jadi lawan,” katanya di Semarang, Sabtu lalu.

Dengan keputusan Mahkamah Konstitusi menolak seluruh permohonan perselisihan hasil pemilu (PHPU) yang diadukan kubu Prabowo-Hatta, kata dia, Koalisi Merah Putih yang dibangunnya sangat mungkin goyah.

Menurut dia, parpol-parpol yang bergabung dalam Koalisi Merah Putih tentu akan berpikir ulang untuk bertahan di luar pemerintahan atau memilih masuk ke dalam pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Meski dikatakan kalau koalisi ini (Merah Putih, red.) permanen walau Prabowo kalah, dalam politik semua bisa saja terjadi. Beberapa parpol dalam koalisi itu bisa saja berpindah haluan,” katanya. (pri)