PDI Perjuangan Gelar Bulan Bung Karno 2020 secara Daring

JAKARTA – PDI Perjuangan kembali peringati Bulan Bung Karno. Di tahun 2020, peringatan Bulan Bung Karno yang masih dalam masa pandemi Covid-19 ini bakal digelar secara daring (dalam jaringan), melalui teleconference, webinar, dan utilisasi seluruh sosial media.

Sekretaris DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, peringatan Bulan Bung Karno 2020 mengambil tema: “Bung Karno Bapak Bangsa, Spirit Pancasila: Gotong Royong Hadapi Covid-19”.

“Tema ini mengangkat benang merah sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang di dalam setiap momentum penting, selalu hadir sosok Bung Karno,” jelas Hasto Kristiyanto, Rabu (27/5/2020).

Melalui peringatan Bulan Bung Karno 2020, kata Hasto, PDI Perjuangan membuka ruang inovasi dan kreativitas yang seluas-luasnya bagi para Pemuda Indonesia.

Yakni untuk mengekspresikan seluruh ide, gagasan, pemikiran, cita-cita dan perjuangan Bung Karno tersebut dengan menjawab berbagai tantangan dan persoalan bangsa, agar dengan penuh keyakinan menempuh jalan kemajuan di seluruh aspek kehidupan.

Kegiatan selama Bulan Bung Karno mencakup lomba pidato, lomba cipta lagu, lomba pembuatan video, Gelar Museum Bung Karno secara virtual, bakti sosial, dan juga berbagai bentuk kegiatan kebudayaan. Kegiatan sejenis juga dilakukan seluruh pengurus dan kader partai di daerah dengan mengedepankan muatan lokal.

Hasto menambahkan, peringatan yang dilakukan sejak tahun 2010 itu akan berlangsung terus guna melanjutkan ide, gagasan, pemikiran, cita-cita, dan perjuangan Bung Karno, Proklamator, dan Bapak Bangsa Indonesia.

Juni menjadi bulan Bung Karno karena pada kelahiran Pancasila pada 1 Juni, 6 Juni 1901 Bung Karno lahir, dan pada 21 Juni 1970 Bung Karno wafat.

Peringatan Bulan Bung Karno, urai Hasto, dimulai dengan menjadi anggota aktif Trikoro Darmo, yang kemudian menjadi Jong Java; pendirian Perserikatan Nasional Indonesia yang kemudian berubah nama menjadi Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927.

Lalu pembentukan Permufakatan Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia, yang mencerminkan kuatnya semangat persatuan dan kesatuan para tokoh kemerdekaan sehingga di perhimpunan tersebut bergabunglah PNI, Partai Islam, Budi Utomo, Pasundan, Sarekat Sumatera, Perserikatan Selebes, kaum Betawi, dan lain-lain.

“Demikian halnya kepeloporan Bung Karno yang melahirkan seluruh konsepsi tentang dasar dan tujuan bernegara, pandangan hidup dan jiwa bangsa Indonesia yakni Pancasila yang jika diperas menjadi satu, adalah gotong royong,” paparnya.

Puncaknya adalah pada Proklamasi 17 Agustus 1945 di mana Bung Karno sebelum membacakan teks Proklamasi dengan tegas menyatakan bahwa kemerdekaan Indonesia tersebut sebagai momentum bagi bangsa dan seluruh tanah air Indonesia untuk berani meletakkan nasib bangsa dan negara di tangan sendiri.

“Sebab hanya bangsa yang berani meletakkan nasib di tangan kita sendiri akan menjadi bangsa yang berdiri dengan kuatnya,” tandas Hasto.

Peringatan Bulan Bung Karno di tengah Covid-19 ditujukan untuk menggelorakan semangat berdiri di atas kaki sendiri.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan dari pandemi ini bangsa Indonesia diingatkan bagaimana setidaknya Indonesia harus berdikari sekurang-kurangnya di bidang pangan, kesehatan, energi, keuangan, pertahanan, dan keamanan.

Kegiatan bulan Bung Karno diawali dengan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945, yang kali ini mengambil tema “Pancasila Dalam Tindakan, Gotong Royong Indonesia Maju”.

Dengan tema ini, maka politik dalam perbuatan nyata untuk seluruh rakyat, bangsa dan negara Indonesia menjadi ciri dan tolok ukur utama tanggung jawab setiap partai politik di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Mengingat Hari Lahirnya Pancasila diperingati secara nasional, dan diliburkan, maka Partai menyatukan diri dengan Pemerintah, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan seluruh masyarakat Indonesia,” pungkas Hasto. (goek)