PDI Perjuangan Bisa Jadi Role Model Partai Ideologi

massa kampanye pdipJAKARTA – Dosen Politik Fisip Unair, Haryadi menilai PDI Perjuangan di usianya yang akan menginjak 42 tahun pada 10 Januari 2015 nanti, menjadi satu-satunya partai di Indonesia yang tetap kukuh dengan diskursus ideologi nasionalisme kewargaan atau ke-Indonesiaan.

Sementara partai-partai lain mulai larut dengan diskursus anti-ideologi. Karenanya, Haryadi menilai penting bagi PDI Perjuangan untuk tetap mengukuhi dan atau merevitalisasi ideologinya itu. Haryadi mengatakan, hanya dengan prinsip ideologi maka partai politik itu punya makna dan tuntunan dalam beraktivitas sebagai kekuatan politik.

“Dengan basis empirik sebagai partai ideologis, bahkan mungkin saja PDI Perjuangan dapat menjadi “role model” bagi pengembangan partai di Indonesia sekarang,” kata Haryadi, Kamis (8/1).

Haryadi menilai ini relevan. Setidaknya untuk mengatasi kecenderungan pragmatisme partai politik di Indonesia.

Sudah barang tentu ketika sekarang PDI Perjuangan menjadi partai yang memerintah, niscaya perjuangan dan strategi perjuangannya berbeda dengan saat dulu menjadi partai oposisi.

“Sebagai partai yang memerintah, tentu ini menjadi momentum bagi PDI Perjuangan untuk mengoperasionalkan ideologi nasionalisme kewargaan/keIndonesiaan menjadi ideologi yang bekerja,” katanya.

Dia menegaskan, tak cukup ideologi itu berhenti pada level retorik, tapi harus operasional dalam bentuk alternatif-alternatif kebijakan yang berorientasi publik warga-negara.

Haryadi setuju dengan langkah PDI Perjuangan yang segera mengubah mental dan mindset pengurus dan kader partainya untuk lebih desisif dan pro-aktif mewujudkan “trisakti”. Yaitu menjadikan negara-bangsa Indonesia lebih berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya.

Tiga problem dasar negara-bangsa inilah, kata dia, yang sepatutnya diingatkan kembali dan menjadi fokus perjuangan PDI Perjuangan saat berulang tahun ke-42 pada 10 Januari 2015.

“PDI Perjuangan harus memungkaskan konsolidasi partai dan transisi ke arah partai yang lebih moderen dalam kurun waktu 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (boy/jpnn)