PDI Perjuangan Bakal Cetak Sejarah Baru Politik Indonesia

JAKARTA – Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan, partainya bisa mencatat sejarah baru dalam perpolitikan Indonesia jika kembali menang dalam Pemilu 2019 nanti.

“Jika di tahun 2019 menang, maka PDI Perjuangan adalah partai pertama yang bisa menang dua kali berturut-turut pasca reformasi. Artinya memelihara kepercayaan itu jauh lebih sulit dari pada merebut kemenangan,” kata Maruarar, kemarin.

Hal ini dia katakan setelah menghadiri konferensi pers terkait peta calon presiden dan partai politik bertajuk “Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019”, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Minggu (3/12/2017).

Hasil Survei yang dilakukan Indo Barometer tersebut menempatkan posisi PDI Perjuangan sebagai partai yang dipilih paling banyak 30.2 persen, diikuti Golkar 12.5 persen, Gerindra 10.8 persen, Demokrat 7.7 persen dan PKB 6 persen.

Baca: Elektabilitas PDI Perjuangan Makin Melejit

Selain Maruarar, hadir pula sebagai pembicara politisi PKB Abdul Kadir Karding, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, politisi Partai Golkar Aziz Syamsudin dan Waketum Gerindra Fadli Zon.

Maruarar melihat data yang ada pasca reformasi tahun 1998 ini sangat menarik. Menurut dia, jika pemilu di tahun 1999 yang menang adalah PDIP secara legislatif, kemudian di tahun 2004 yang menang Golkar, tahun 2009 yang menang Demokrat.

Berkat konsistensi PDI Perjuangan sebagai partai oposisi yang berjuang untuk kepentingan “wong cilik”, PDI Perjuangan kembali menjadi pemenang pada pemilu 2014, serta mengantarkan kader terbaiknya, Jokowi menjadi Presiden RI ke-7.

“Perjuangan membela kepentingan rakyat telah menumbuhkan kepercayaan rakyat kepada kita,” ujarnya. (Baca juga: Indo Barometer: Mayoritas Rakyat Indonesia Ingin Jokowi Dua Periode)

“Nah ini waktunya PDIP menjadi sejarah karena pemilu tinggal kurang lebih dua tahun lagi. Sekarang suara PDIP 30,2 persen jauh di atas partai lain dan jauh di atas perolehan 2014 lalu,” tambah politisi yang akrab disapa Ara itu.

Posisi ini, lanjut dia, harus dijaga PDI Perjuangan yang konsisten mendukung pemerintahan Presiden Jokowi dan Pancasila. Kemudian PDIP juga harus tetap menjauhkan kader-kadernya dari perbuatan korupsi.

“Saya rasa kita akan membuat sejarah untuk pertama kali sebagai partai yang dua kali berturut-turut menang pemilu legislatif,” ucap Ara.

Dia optimistis bahwa pada pemilu 2019 nanti PDI Perjuangan akan kembali memegang kekuasaan, yaitu menjadi pemenang pileg dan pilpres.

“Tanda-tanda kemenangan itu telah terlihat. Dari sejumlah lembaga survei menempatkan PDIP dan Jokowi sebagai pemenang dalam Pemilu 2019 nanti,” tuturnya. (goek)