PAW PDI Perjuangan Paling Lambat 20 Oktober

pdip jatim - olly dondokambeyJAKARTA – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Olly Dondokambey mengatakan hingga saat ini belum menerima perintah resmi dari DPP untuk melakukan pergantian antar waktu (PAW) di tubuh fraksinya. Namun menurut dia paling lambat PAW dilakukan 20 Oktober.

“Sampai sekarang belum ada perintah karena proses internal masih berjalan. Tapi 20 Oktober nanti kemungkinan sudah ada nama baru,” kata Olly saat ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Kamis (17/9/2015).

Proses PAW di Fraksi PDI Perjuangan hingga kini belum dilaksanakan. Desakan untuk segera menunjuk pengganti Puan Maharani, Pramono Anung, dan Tjahjo Kumolo terus disuarakan.

PDI Perjuangan sudah memilih tiga nama untuk menggantikan trio yang saat ini masuk ke dalam pemerintahan tersebut. Namun waktu tepat untuk PAW masih dibicarakan dalam Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan.

Untuk pengganti Puan, PDI Perjuangan memang sudah memilih Darmawan Prasodjo sebagai penggantinya. Namun posisi Darmawan yang saat ini menjabat sebagai deputi di Kantor Staf Kepresidenan masih menjadi ganjalan.

Sebenarnya, calon pengganti Puan bukan hanya Darmawan saja melainkan ada delapan nama lain. Namun dengan pertimbangan bahwa raihan suara Darmawan ada di bawah Puan di daerah pemilihan Jawa Timur VI maka dialah yang dipilih.

“Dari sembilan nama itu memang beliau yang paling berpotensi,” kata Olly.

Sementara itu, posisi Olly di DPR RI pun diindikasi akan digantikan oleh orang lain. Alasannya adalah karena Olly sudah mencalonkan diri di Pemilihan Gubernur Sulawesi Utara yang akan diselenggarakan pada 9 Desember 2015 mendatang.

Oleh sebab itu, mau tidak mau, Olly harus mengikuti aturan yang ada yaitu mengundurkan diri dari posisinya sebagai anggota dewan. “Saya sudah ada dua nama, nanti 20 Oktober sudah ada nama baru,” kata Oly.

Adapun posisi Pramono Anung di DPR kabarnya akan digantikan oleh Eva Kusuma Sundari. Meski perolehan suaranya tidak di bawah Pramono Anung saat pemilihan legislatif 2014 yang lalu, kebutuhan DPP PDI Perjuangan membuat namanya dipilih.

Ditemui di kantor DPP PDI Perjuangan, Eva sempat tidak mau berkomentar soal posisinya nanti. Namun akhirnya dia menyatakan diri siap untuk kembali masuk ke kompleks parlemen.

“Siap, namanya juga disuruh partai. Saya kan sudah pengalaman 10 tahun jadi siap,” katanya.

Namun dia tetap enggan untuk membeberkan apa saja visi misinya jika nanti sudah kembali ke DPR RI. Dia memilih untuk menunggu administrasi resmi sebelum berkomentar lebih jauh.

“Aku nunggu administrasi dulu lah, jangan seolah-olah mendahului. Yang penting prosedural dulu,” katanya. (cnnindonesia)