Panitia Kongres PDIP Bakti Sosial di Jembrana

pdip jatim - wayan kosterDENPASAR – Panitia Kongres IV Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menggelar bakti sosial dengan menyerahkan bantuan kebutuhan pokok pada masyarakat di Kabupaten Jembrana, Bali.

Ketua Panitia Daerah Kongres IV PDIP Wayan Koster di Gedung Kesenian Bung Karno, Kabupaten Jembrana, Minggu, mengatakan bakti sosial yang digelar yaitu penyerahan sebanyak 5.000 paket sembako kepada warga kurang mampu, safari kesehatan, dan bedah rumah.

Ia mengatakan pihaknya tidak hanya menyukseskan kegiatan kongres partai berlambang banteng moncong putih dalam lingkaran tersebut, tetapi juga peduli kepada rakyat pendukung dengan memberikan bantuan sembako kepada warga kurang mampu.

“Kami ingin mengubah paradigma dalam setiap hajatan besar seperti kongres sekarang ini. Sejak kongres pertama sampai keempat, kami memberikan nuansa agar kongres tak hanya berdiskusi di ruang sidang hotel dan bicara masalah politik internal. Tapi kami ingin kongres juga untuk menegaskan komitmen kerakyatan,” ujar anggota DPR RI itu.

Bakti sosial tersebut dihadiri sejumlah tokoh partai dan disemarakkan dengan panggung hiburan serta makan nasi jinggo bersama. Tokoh PDIP yang hadir yakni Ketua DPC PDIP Tabanan Komang Sanjaya, mantan anggota DPD RI Alit Kesuma Kelakan, dan anggota DPD RI Kadek Arimbawa.

Koster menegaskan, selama ini kongres sebuah partai politik yang digelar di hotel senantiasa diwarnai pembahasan perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), pembahasan ketua umum dan program kerja internal dan seterusnya.

Namun, lanjutnya, Kongres PDIP yang akan diselenggarakan di Hotel GBB Sanur pada 8-12 April mendatang ingin memberikan nuansa tersendiri agar lebih kuat warna kerakyatannya.

Sebagai partai berideologi nasionalis, kata Koster yang didampingi Ketua DPC PDIP Jembrana Made Kembang Hartawan dan Bupati Jembrana Putu Artha, PDIP tidak hanya beretorika, tetapi hadir di masyarakat.

Menurut dia, partai besutan Megawati Soekarnoputri itu hadir untuk menjawab persoalan dasar di tengah masyarakat. Karena itu panitia daerah kongres hadir bersama masyarakat.

“Jadi, bukan masyarakat yang datang dibawa ke kongres tetapi sebaliknya menjadi tugas partai untuk mendatangi rakyat. Tugas pengurus dan kader partai untuk menjemput masyarakat,” kata politikus asal Sembiran, Kabupaten Buleleng. (Ant)