Optimalkan Layanan Kesehatan bagi Warga, SanDi Siapkan Program “Makpon”

MALANG – Layanan cepat di bidang kesehatan menjadi salah satu garapan utama Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Malang Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi). Program unggulan yang dicanangkan paslon untuk mewujudkan kemakmuran di sektor kesehatan ini dinamakan Makpon.

Calon Bupati Malang Sanusi menjelaskan Makpon merupakan akronim dari Malang Quick Response. ”Kalau ada yang sakit, tinggal hubungi 119. Nanti akan langsung dijemput ambulans terdekat,” terang Sanusi, kemarin.

Layanan Makpon sejatinya merupakan langkah optimalisasi yang bakal dilakukan pasangan SanDi jika diamanahi memimpin Kabupaten Malang. Sebab, jauh sebelum Sanusi mengambil cuti sebagai Bupati Malang karena tuntutan kampanye, Pemkab Malang melalui instruksi Sanusi telah melaunching PSC alias Public Safety Center pada awal 2020 lalu.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 30-an ambulans yang disiagakan untuk layanan Makpon tersebut. Puluhan armada ambulans itu, disiagakan di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang.

Belakangan diketahui, langkah untuk mengoptimalkan layanan PSC 119 itu, diambil Sanusi setelah mendengarkan beragam aspirasi dari masyarakat saat dirinya aktif berkampanye sejak 26 September 2020 lalu.

Seperti saat Sanusi melakukan kampanye di Kecamatan Kalipare, di sela agenda dialog langsung dengan masyarakat, Sanusi mendapat beragam aspirasi soal fasilitas kesehatan. Salah satunya perihal pendirian Puskesmas atau rumah sakit baru di Kecamatan Kalipare.

”Kalau soal Puskesmas sudah ada di tiap kecamatan, tapi kalau masih kurang akan kita optimalkan di setiap daerah nanti akan ada Poskesdes (Pos Kesehatan Desa),” ungkap Abah Sanusi, sapaan akrabnya.

Alasan dipilihnya pengoptimalan Poskesdes tersebut, menurut Sanusi, lantaran saat ini jumlah orang yang sakit di tiap daerah masih bisa dilayani puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Malang.

Dia menambahkan, pendirian rumah sakit itu ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi, seperti dilihat dulu berapa warga yang sakit. Kalau dalam satu minggu di tiap desa hanya sedikit warga yang sakit, terang Sanusi, akan sulit membuat rumah sakit baru.

“Oleh karenanya akan kita fasilitasi pelayanan kesehatan warga melalui program Makpon ini,” bebernya. (goek)