Obor Rahmatan Lil’alamin, Tabloid Anti Fitnah

Obor Rohmatan LASURABAYA – Relawan Jokowi menerbitkan tabloid Obor Rahmatan Lil’alamin. Tabloid ini diinisiasi Padepokan Demi Indonesia yang sebelumnya merupakan markas relawan untuk pemenangan Dahlan Iskan.

Pada edisi perdana, tabloid mini itu menampilkan judul headline “Fatwa 9 Kiai: Jokowi-JK Lebih Maslahat”. Isinya lebih banyak membantah fitnah-fitnah yang ditujukan kepada Jokowi.

Dalam kolom redaksi disebutkan,nama Obor Rahmatan Lil’alamin sengaja dipilih karena ‘obor’ dimaknai sebagai penerangan, cahaya terdekat dengan masyarakat pembacanya. Sedangkan kata Rahmatan Lil’alamin sengaja pula ditulis dalam bahasa Arab sesuai asal katanya karena mengandung ajaran dan sifat Islam yang berarti rahmat bagi sekalian alam.

”Dengan tabloid ini kami akan menyampaikan informasi secara santun, dengan kelembutan. Setidaknya secara benar dan jurnalistik yang benar, serta menjauhkan diri dari fitnah,” tulis redaksi.

Masih dari kolom redaksi, ada dua hal yang melatari penerbitan tabloid ini. Pertama,karena yang bekerja di balik tabloid ini sebagian besar adalah orang-orang media, yang selama ini hidup dari media. Mereka tidak rela bila ada jurnalistik digunakan untuk memfitnah, membunuh karakter sesorang, dan merusak konstruksi jurnalistik yang seharusnya cover both side.

Kedua, Padepokan Demi Indonesia ingin mengampanyekan jurnalistik damai, yang menjunjung tinggi kebenaran.

Nama-nama yang tercantum dalam kolom redaksi antara lain Amal Alghozali sebagai penanggungjawab, Rida K. Liamsi dan Yanto Purwogiyono sebagai pengarah, Imawan Mashuri sebagai pimpinan redaksi, dan nama-nama lain seperti Hasan Aspahani, M.Khozin, Auri Jaya, Ami Haritsah.

Tabloid 32 halaman ini memproklamirkan diri sebagai pelopor tabloid mini tapi tetap tabloid; lebih ringan dari buku baik isi maupun beratnya secara fisik. Namun tetap praktis dan mudah dibawa tanpa perlu melipat untuk membacanya. Selain berisi profil capres Jokowi dan Jusuf Kalla juga memuat pernyataan dan kesaksian beberapa ulama dan tokoh Islam mengenai sosok Jokowi.

Di antara para kiai yang kesaksiannya dimuat di tabloid ini adalah KH Salahudin Wahid, KH Agoes Ali Masyhuri, Din Samsudin, KH Hasan Mutawakil Alalah, KH Slamet Effendy Yusuf, KH Hasyim Muzadi, dan KH Maimoen Zubair. Selain itu ada pula tokoh-tokoh seperti Khofifah Indar Parawansa, Dahlan Iskan, dan mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Imam Ad Daruquthni.

“Para kiai ini memberikan tausiah bahwa kampanye hitam itu adalah haram. Ada yang menyebutnya ghibah (gunjingan-red), intinya tidak bagus untuk proses pilpres kali ini,” jelas seorang relawan Demi Indonesia Iwan Rifianto yang ditemui Infokomnews saat mengirim tabloid ke kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Jalan Kendangsari Industri 57 Surabaya, Rabu (25/6/2014).

Kata Arif, untuk DPD PDI Perjuangan pihaknya mendistribusikan 10.000 ribu eksemplar tabloid. Total untuk Jatim, Demi Indonesia mencetak 100.000 eksemplar. Selain disitribusikan melalui struktur partai koalisi pendukung Jokowi-JK, tabloid ini juga diedarkan secara umum.

“Jadi kalau nanti ketemu ada asongan yang jual di jalan-jalan, itu adalah bagian dari jalur distribusi kami. Bandrolnya adalah Rp 5.000, namun boleh dijual Rp 1.000. Hasilnya 100% untuk ongkos relawan yang mendistribusi agar bisa membiayai diri sendiri,” terang Arif. (sa)