Novi-Marhaen Mulai Pimpin Nganjuk

NGANJUK – Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo memimpin prosesi ‘Serah Terima Jabatan Bupati Nganjuk masa jabatan 2018-2023 dan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Nganjuk 2018’, di ruang sidang paripurna Kantor DPRD Kabupaten Nganjuk, Selasa (2/10/2018).

Acara serah terima jabatan tersebut yaitu dari Pj. Bupati Drs. Soedjono MM, kepada H. Novi Rahman Hidayat S.Sos, MM dan Dr. Drs Marhaen Jumadi SH, SE,MM,MBA sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2018–2023 .

Selain Gubernur Jatim H. Soekarwo, prosesi sertijab Bupati juga dihadiri Forkopimda Nganjuk, Camat se Kabupaten Nganjuk dan perwakilan elemen dari masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Dalam keterangannya, Gubernur Jatim Soekarwo berharap agar bupati dan wakil bupati baru untuk menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Nganjuk.

“Oleh karena itu kebijakan pemerintahan yang baru nanti harus berkesinambungan dengan kondisi masyarakat saat ini,” harapnya.

Selain itu, prioritas kesejahteraan masyarakat adalah hal utama dalam menjalankan pemerintahan, dimana selama ini di Kabupaten Nganjuk dinilai sudah baik dalam beberapa sektor, termasuk sektor pertanian.

“Dan perlu diprioritaskan juga pada program pendidikan dan kesehatan serta pembangunann infrakstruktur lainnya,” jelas Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim.

Sementara itu Bupati Nganjuk H.Novi Rahman Hidayat. S.Sos, MM kembali menekankan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada ekonomi kreatif, dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu caranya, yaitu memakai produksi asli Nganjuk, ini termasuk juga berlaku untuk supermarket.

“Jadi kedepan kita akan menertibkan Indomart, Alfamart dan meminta mereka agar menjual produk-produk UMKM Kabupaten Nganjuk. Setidaknya 50 persen harus masuk di pasar modern seperti Indomart dan Alfamart. Dan jika tidak, mereka akan kita cabut izinnya,” tandas Mas Novi.

Disampaikan juga oleh Bupati Novi, efektifitas ekonomi kerakyatan bagi Kabupaten Nganjuk didasari dengan ‘mbangun deso noto kutho’ yang berbasis pada ekonomi kreatif dan pertanian sebagai modal dasar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Selain itu, prioritas utama juga termasuk pendidikan dan kesehatan,” pungkas bupati yang diusung PDI Perjuangan di Pilkada 2018 ini. (endyk)