Minta Kepsek Inovatif, Bupati Anas: Modal Kecerdasan Saja Tidak Cukup

BANYUWANGI – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kembali mengingatkan kepala sekolah untuk inovatif. Sebagai manajer di sekolah, seorang kepala sekolah harus kreatif merancang program-program baru untuk kemajuan sekolah dan anak didiknya.

Hal ini disampaikan Bupati Anas saat bertemu dengan puluhan kepala sekolah menengah pertama (SMP) di Banyuwangi, Selasa (14/1/2020).

“Bermodal kecerdasan saja tidaklah cukup. Seorang kepala sekolah juga harus inovatif, harus bisa merangsang kreativitas siswa. Dan ini dibutuhkan cara yang kreatif pula,” kata Anas.

Dia lalu mencontohkan bagaimana menumbuhkan jiwa entrepreneurship di kalangan siswa. Misalnya dengan membuka unit usaha kecil-kecilan yang bisa dikelola siswa.

“Kepsek bisa ajarkan siswa berkebun dengan menanam tanaman yang memiliki nilai ekonomis. Atau mungkin mengajak siswa mengelola kantin sekolah. Jiwa wirausaha in iperlu dipupuk sejak masih muda,” ujarnya.

Dia juga berpesan agar kepala sekolah bisa menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan siswa.

“Bangun komunikasi yang baik dengan mereka. Komunikasi yang intens dengan penghuni sekolah akan membuka pikiran kita serta mendapatkan inspirasi untuk merancang program-program baru. Misalnya, membuat kebijakan baru seperti membuka kelas khusus penghapal Al Quran atau khusus anak-anak kurang mampu,” tuturnya.

Anas mengimbau agar para kepala sekolah ikut mengawal program daerah. Khususnya, program Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh).

“Jangan sampai ada anak yang putus sekolah. Saya minta kepala sekolah terus bergotong royong, tengok sekeliling kita jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera laporkan ke kecamatan atau kabupaten,” pungkasnya. (goek).