Mindo Apresiasi Warga Desa Sidoharjo Kurangi Beban Hidup Saat Pandemi

MOJOKERTO – Upaya Pemerintah Desa Sidoharjo mengurangi masalah sampah rumah tangga dengan membudidayakan maggot BSF dan bekicot mendapat apresiasi anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Mindo Sianipar.

Terlebih, di desa yang dipimpin H Rif’an Hanum ini, warganya, khususnya kaum perempuan, aktif membudidayakan bermacam tanaman pangan dan sayuran, seperti sawi, kangkung, kol, dan lainnya, dengan semangat gotong royong.

Apresiasi legislator DPR RI dari dapil 8 Jatim tersebut diwujudkan dengan mengunjungi Desa Sidoharjo, pas di Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2020). Kebetulan juga, Kelompok Wanita Tani (KWT) tergabung di P2L Dwi Sri dalam memperingati Sumpah Pemuda kali ini dengan menggelar panen perdana.

Baca juga: Upaya Hanum Menjadikan Sidoharjo jadi Pusat Budidaya Maggot BSF di Kabupaten Mojokerto

“Tempat ini akan menjadi percontohan bagi desa-desa lainnya, agar bisa selalu mengajak masyarakat untuk bergotong royong di masa Pandemi Covid 19 ini. Hal terkecil pun bisa kita lakukan untuk bisa membantu masyarakat luas,” kata  Mindo Sianipar.

Gerak aktif warga Sidoharjo, seperti menanami pekarangan dengan tanaman sayuran dan lainnya, sebut Mindo, akan sangat membantu di masa pagebluk Corona.

Pun upaya budidaya maggot BSF dan bekicot, selain untuk mengurai sampah kedua hewan tersebut juga bisa untuk menyiasati mahalnya biaya pakan ternak khususnya ikan, lele dan ayam.

“Hal ini sangat bagus sekali jika masyarakat lainnya mau menerapkan di pekarangannya masing-masing. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban hidup masyarakat yang terkena imbas pandemi. Selain itu tanaman maupun peternakan ini kalau dikelola dengan baik akan menghasilkan nilai ekonomis yang tidak sedikit,” sebut Mindo, yang sudah menjadi anggota DPR RI 5 periode ini.

Dalam sambutannya Kepala Desa Sidoharjo H Rif’an Hanum, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang selama ini “berkeringat” membantu kelancaran progam ketahanan pangan ini.

“Tempat ini merupakan Rumah Juang bagi semua unsur masyarakat khususnya yang mau belajar berwirausaha. Ada kolam lele, kolam nila, kandang bekicot, maggot, berbagai macam tanaman pangan, buah-buahan, bunga dan lainnya,” bebernya.

Dia menyebutkan, tahun ini Desa Sidoharjo akan membangun tempat budidaya yang jauh lebih luas lagi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

“Semoga kedatangan para senior akan menambah wawasan kami dalam hal mengabdikan diri kepada masyarakat berdasarkan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila,” ujarnya.

P2L Dwi Sri berawal dari KRPL Srikandi Marhaen Sejahtera yang baru berusia sekitar 3 bulan yang lalu. Berbagai macam jenis tanaman pangan telah berhasil dibudidayakan secara rutin dengan mengutamakan sistem kegotong royongan.

P2L Dwi Sri mengelola Tanah Kas Desa (TKD) Sidoharjo seluas kurang lebih 2.100 meter persegi, yang kurang termanfaatkan dengan baik selama puluhan tahun. Berkat tangan dingin anggota P2L Dwi Sri, lahan tersebut sekarang sudah nampak ijo royo-royo.

Panen perdana dihadiri Wakil Bupati dari Pulau Buru Maluku yag sedang cuti. Nampak juga Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Ir. H. Santoso Bekti Wibowo, Ketua DPRD Kota Mojokerto Sunarto, Anggota F-PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Mojokerto Nurita Lukitasari.

Juga hadir Camat Gedeg Edy Tjatoer Novianto, dan beberapa Kades di Kecamatan Gedeg. Selain itu acara tersebut juga dihadiri beberapa Ketua Gapoktan dan Perikanan dari wilayah Gedeg, Kemlagi, Jetis dan Dawar Blandong. (goek)