Mimpi-mimpi Pemilik Rumah Bung Karno

pemilik rumah BKADA kisah ‘misterius’ yang diceritakan Hj Djamilah, ketika Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri mengunjungi rumahnya di Jalan Pandean IV No 40 Surabaya, Senin (17/3) siang.

Alkisah, sekira 2005 Hj Aliyah, ibunda Djamilah, tengah melaksanakan shalat malam. Dalam sujudnya tiba-tiba ia seperti melihat sesosok laki-laki tinggi besar berbaju putih dan bersorban. Perempuan yang tengah renta dan sakit itu pun menceritakan apa yang dilihat pada anak perempuannya, Siti Djamilah.

Lima tahun berlalu dari mimpi aneh itu, setelah Hj Aliyah meninggal, tiba-tiba datang kabar dari para tokoh sejarah yang cukup membuatnya terkejut. Rumah kediaman keluarga Hj Aliyah di Jalan Pandean IV No 40 (sebelumnya bernama Jalan Lawang Seketeng) yang mereka tempati sejak 1990 itu dinyatakan sebagai tempat proklamator Republik Indonesia Soekarno dilahirkan.

Adalah Ketua Umum Soekarno Institute Peter A Rohi yang membawa kabar itu usai melakukan serangkaian penelitian. “Saya kaget, haru, campur bahagia dan bangga. Tidak menyangka sama sekali rumah sederhana ini ternyata menyimpan sejarah penting,” ujar Djamilah.

Ketika itu, kisah Djamilah, ia ikut kedua orangtuanya. Kakak Djamilah dan suaminya, H. Zaenal Arifin juga menetap di rumah itu. Kemudian, pada 1998 Djamilah menikahi Choiri. “Setelah kedua orang tua saya meninggal, kami hanya tinggal berempat,” tuturnya.

Rumah berukuran 6×14 meter itu terdiri dari satu ruang tamu, satu ruang tengah yang biasa ditempati keluarga bersantai, dan dua kamar. Di belakang ada dapur. Terdapat juga sebuah tangga kayu untuk naik ke lantai dua. Di lantai atas ini biasa digunakan untuk menjemur pakaian.

Selain kisah ibunya itu, Djamilah sendiri mengaku sempat menjumpai kejadian aneh. “Saat itu malam hari. Saya sedang mencuci piring. Kok saya seperti melihat anak kecil berbaju putih dan pakai kopyah,” kenang perempuan 56 tahun ini.

“Entah ada hubungannya atau tidak, kenyataannya banyak hal yang seperti berkah bagi kami. Hari ini kami akan kedatangan Ibu Mega. Alhamdulillah, beliau pemimpin yang tegas,” tambah dia.

Dua kisah itulah yang diceritakan Djamilah ketika Megawati Soekarnoputri mengunjungi rumahnya. Kampung Pandean yang kini dikenal sebagai Kampung Bung Karno ini memang nampak memerah menyambut kedatangan putri proklamator ini.

Baca juga: Megawati Napak Tilas Rumah Kelahiran Soekarno

Megawati dan rombongan bertandang ke Kampung Pandean sebelum menghadiri kampanye terbuka hari pertama PDI Perjuangan di Surabaya yang digelar di lapangan Thor, Gelora Pantjasila, Surabaya.

Nampak hadir dalam rombongan segenap pengurus DPP PDI Perjuangan dan fungsionaris PDI Perjuangan. Di antaranya Puan Maharani, Ahmad Basarah, Hasto Kristiyanto, Eriko Sotarduga, Djarot Syaiful Hidayat, Guruh Soekarnoputra, juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Sirmadji. (sa)