Sabtu
02 Mei 2026 | 6 : 15

DPD PDIP Perjuangan Jawa Timur

“Menteri-Pejabat Kalau Rapat Pakai Batik Saja”

Jokowi-Jusuf Kalla01

Jokowi-Jusuf Kalla01JAKARTA – Satu lagi gagasan presiden terpilih Joko Widodo untuk lebih mengembangkan industri kreatif. Ke depan, Jokowi ingin menteri dan pejabat mengenakan batik saat menghadiri rapat, dan saat berdinas sehari-hari.

“Nantinya yang jadi menteri dan pejabat kalau rapat tidak usah pakai jas tapi pakai batik saja. Saya membayangkan setiap hari, seminggu empat atau lima kali pakai batik dan peci, dan sehari pakai baju putih. Pakai jasnya setahun sekali saja,” kata Jokowi, di sela mengikuti acara Hari Batik dan peresmian Pasaraya Tribute to Batik di Blok M, Jakarta, Kamis (2/10/2014).

Lewat cara ini, kata Jokowi, diharapkan industri kreatif di daerah bisa semakin berkembang lebih maju. Tidak hanya batik, tapi juga tenun ikat, kerajinan bordir, dan lainnya.

“Tapi perlu sentuhan desainer agar bisa dibawa ke tingkat atas. Inilah usaha kita dalam memajukan usaha kecil di kampung, di desa dalam menyangkut sebuah tenaga kerja yang luar biasa banyaknya,” ujar Jokowi.

Dia mengaku prihatin dengan perkembangan industri batik dan kerajinan tangan di Indonesia yang kurang berkembang sejak 10 tahun terakhir. Tahun 1992, ungkap Jokowi saat mengikuti pameran pertama di Eropa, stan Indonesia ada 14, Malaysia 7, Tiongkok 10, Thailand 5.

“10 tahun kemudian, Tiongkok 300, Thailand 70, Malaysia 100 dan Indonesia 14, ini mesti ada yang keliru. Memang negara harus hadir, kalau negara hadir pasti usaha mikro akan tumbuh,” katanya.

Usai meresmikan Pasaraya Batik, yang juga merupakan pemeran dagangan dari Pasar Klewer Solo, Jokowi langsung meninjau beberapa stand. Jokowi berkeliling ditemani Wakil Presiden RI terpilih Jusuf Kalla (JK). Jokowi juga sempat mencoba beberapa batik yang dijual pedagang.

Mantan wali kota Solo tersebut sempat mengepaskan sebuah kemeja batik warna coklat pada tubuhnya. Kemudian, kemeja itu malah ia cocokkan ke tubuh JK. “Ada enggak kain batik Makassar-Solo?” tanya Jokowi berseloroh, sambil memilih-milih kain batik yang disusun bertumpuk di sebuah meja.

Usai puas belanja batik, pasangan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut juga sempat menjajal sebuah peci warna hitam. Setelah mendapat peci dengan ukuran yang pas, keduanya pun membayar peci tersebut. (pri/*)

BACA ARTIKEL PDI PERJUANGAN JAWA TIMUR LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkini

EKSEKUTIF

Bupati Rijanto Apresiasi Peran Pesantren Al Ma’arif Udanawu Cetak Generasi Berkarakter

Bupati Blitar Rijanto apresiasi MA Ma’arif Udanawu dan Ponpes Al Ma’arif dalam mencetak generasi berkarakter dan ...
HEADLINE

Hardiknas 2026, Deni Wicaksono Soroti Ketimpangan Pendidikan dan Tantangan Digital di Jatim

Deni Wicaksono soroti ketimpangan pendidikan dan tantangan digital di Jawa Timur pada Hardiknas 2026. SURABAYA — ...
KABAR CABANG

Dialog Dengan KPU, DPC Tulungagung Tekankan Pendidikan Demokrasi bagi Gen Z dan Pemilu Bersih

TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung menekan pentingnya pendidikan ...
LEGISLATIF

Hardiknas 2026, Untari Tegaskan Pendidikan Harus Lahirkan Generasi Peka Masalah Sosial

Sri Untari tegaskan pendidikan harus lahirkan generasi peka sosial di Hardiknas 2026, bukan sekadar unggul ...
KABAR CABANG

DPC PDI Perjuangan Sumenep Gelar Konsolidasi bersama PAC untuk Perkuat Basis

SUMENEP – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Pimpinan Anak Cabang ...
KRONIK

May Day 2026, Armuji Berbaur dengan Buruh, Tegaskan Komitmen Kesejahteraan Pekerja

SURABAYA – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di depan Kantor Gubernur Jawa Timur berlangsung ...