Menangkan Jokowi-Ma’ruf, Parpol dan Relawan Harus ‘Krek’

JAKARTA – Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin mengumpulkan pimpinan relawan guna menghadapi masa kampanye yang dimulai 23 September 2018 di Rumah Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018) malam.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan para relawan inilah yang akan menjadi penyambung informasi secara langsung kepada masyarakat.

Masing-masing relawan akan bergerak sesuai segmentasi masing-masing. Relawan, kata Hasto, juga dijadikan tameng dari serangan terhadap di Jokowi – Ma’ruf di masyarakat.

“Setiap relawan memang harus memiliki basis penggalangan pemilih yang jelas ataupun ruang lingkup. Bahkan kemudian ada yang menjadi tamengnya Pak Jokowi, tamengnya Kiai Ma’ruf, menghadapi berbagai serangan-serangan bahkan seringkali terlalu keji serangan itu disampaikan,” kata Hasto.

Dia menyebutkan, pembekalan terhadap relawan dilakukan guna sinkronisasi dengan partai politik. “Istilahnya arahan dari Pak Jokowi antara partai politik dan relawan harus ‘krek’, harus berjalan bersama-sama harus seiring,” tandasnya.

Relawan Jokowi-Ma’ruf rencananya akan tersebar di seluruh Indonesia dan punya dua fokus.

“Relawan terbentuk di seluruh Tanah Air, di mana ada yang fokus di udara membangun narasi keindonesiaan kita dengan prestasi Pak Jokowi, tetapi juga Nawacita II untuk dijabarkan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hasto menyebut fokus yang kedua relawan adalah di darat. Tugas relawan yang bertempur di darat, kata Hasto, ialah menggalang berbagai elemen masyarakat.

“Kemudian juga di darat berdasarkan segmen pemilih ada yang fokus, bahkan untuk difabel pun ada yang berkonsentrasi ke sana. Ada yang berkonsentrasi untuk kaum perempuan, untuk kaum muda, generasi milenial,” jelas Hasto.

Sementara itu, relawan Jokowi yang tergabung dalam J2P (Jokowi 2 Periode) kemarin membuat situs yang beralamat di J2P.id. Tim dibentuk untuk memerangi hoaks yang bertebaran di dunia maya.

“Tugasnya menyebarkan virus-virus positif keberhasilan Jokowi, apa saja yang dicapai. Kita juga akan menangkal hoaks dan akan gunakan data. Kalau itu banyak berita hoaks, maka nanti kita timpali dengan berita positif berbasis data,” ucap Ketua J2P Bagas Adhadirgha saat mendeklarasikan situs tersebut di bilangan Jakarta Pusat, Selasa (14/8/2018).

Dia menuturkan, J2P baru berada di 10 Provinsi di seluruh Indonesia. Di mana yang diisi oleh kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa, professional muda, maupun pengusaha muda, yang disebut dengan duta J2P.

Dirinya pun berharap beberapa minggu ke depan sudah bisa di deklarasikan sampai 34 Provinsi. “Isinya orang-orang yang profesional dan kompeten di bidang masing-masing. Dan mempunyai intelek yang positif,” jelas Bagas. (goek)